Menyongsong Lahirnya Universitas Kristen Negeri Pertama di Indonesia “UKN Akan Menjadi Ikon Kota Wisata Rohani dan Salah Satu PTN Favorit di Indonesia” 

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Medan, (25/3) Tak lama lagi dambaan masyarakat di Sumatera Utara yang sangat merindukan kehadiran Universitas Kristen Negeri akan terwujud.

Bahkan kehadiran Universitas Kristen Negeri ini akan menjadi catatan sejarah karena merupakan Universitas Kristen Negeri yang pertama di Indonesia.

Harapan ini akan segera menjadi kenyataan karena proses transformasi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menjadi Universitas sudah hampir final, hanya menunggu terbitnya Pepres oleh Pemerintah dan tentunya tidak akan lama lagi.

Keberhasilan proses transformasi IAKN Tarutung menjadi Universitas Kristen Negeri (UKN) Tarutung bukanlah terjadi tiba-tiba seperti membalikkan telapak tangan, namun telah melalui perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan, karena harus memenuhi persyaratan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Guliran langkah transformasi IAKN Tarutung ini diawali dengan gagasan transformasi Kelembagaan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen yang dipaparkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen pada pertemuan Nasional Kegiatan Konferensi Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) 29 Agustus 2019 di Jakarta.

Dirjen BIMAS Kristen dalam paparannya menyampaikan Pengarusutamaan Pendidikan Tinggi Kristen (Mainstreaming Christian Higher Education), yaitu perluasan mandat penyelenggaraan pendidikan tinggi Kristen melalui perubahan bentuk mengacu pada PMA 15 tahun 2014 tentang Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan dan PP 46 tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan yang mengatur tentang pengembangan rumpun ilmu keagamaan dan rumpun ilmu lain.

Dan inilah wujud perluasan mandat penyelenggaraan Pendidikan tinggi keagamaan.

Semangat Civitas IAKN Tarutung yang dinakhodai seorang guru besar Prof.Dr.Lince Sihombing, M.Pd untuk segera bertransformasi menjadi Universitas juga dipicu adanya tuntutan dan harapan masyarakat (social expectation) di beberapa kabupaten sekitar seperti: Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Sibolga, Nias dan Tapanuli Selatan yang sangat merindukan kehadiran lembaga pendidikan tinggi yang mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama, dan ragam disiplin ilmu untuk memenuhi tuntutan perkembangan globalisasi.

Upaya awal proses transformasi dilakukan dengan membentuk Tim Transformasi tahun 2019 yang diperkuat dengan kehadiran 2 orang guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof. Dr. Katimin, M.Ag dan Prof. Dr. Al Rasyidin, M.Ag yang sudah berpengalaman dalam transformasi perguruan tinggi.

Dengan kerja keras tim akhirnya draf proposal Universitas Kristen Negeri berhasil diselesaikan melalui pembahasan secara internal melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD)  yang berlangsung 30 September sampai 2 Oktober 2019 di Hotel Polonia Medan.

Baca juga  Septor Kontra Mobil Pick Up, Satu Meninggal Dunia

Pucuk dicinta ulam pun tiba akhirnya. Tim Transformasi IAKN Tarutung diundang Setjen Kementerian Agama RI untuk melakukan paparan pada kegiatan FGD Penilaian Borang Transformasi IAKN Tarutung pada 8 Oktober 2019 di Hotel Merlyin Park Jakarta.

Tim penilai pada FGD ini terdiri dari Prof. Dr. Suwito, MA (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si (Dirjen BIMAS Kristen) dan Drs. Afrizal Zein, M.Si (Kabiro Ortala Setjen Kemenag RI).

Penilaian dilakukan dengan mempedomani PMA 15 tahun 2014. Perolehan nilai 301 pada saat itu membuktikan bahwa IAKN Tarutung secara nyata sudah layak direkomendasikan untuk ditingkatkan menjadi Universitas Kristen Negeri.

Akhirnya berdasarkan rekomendasi hasil penilaian Tim, Menteri Agama RI menyampaikan Usulan Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen yakni IAKN Tarutung menjadi UKN Tarutung kepada Menpan-R-B yang tertuang dalam surat Nomor: 389/MA/OT.00/10/2019 tanggal 11 Oktober 2019.

Balasan atas surat Menag ini terbitlah surat Menpan R-B Nomor B/32/KT.01/2020 10 Januari dalam isinya disampaikan bahwa usulan transformasi perlu dilengkapi dokumen naskah akademik serta dilakukan evaluasi.

Tim transformasi internal pun berupaya sekuat tenaga melengkapi proposal usulan transformasi dengan naskah akademik.

Guliran proses berlanjut, evaluasi Transformasi IAKN Tarutung menjadi UKN Tarutung berlangsung secara daring 24 Agustus 2020 yang difasilitasi oleh Ditjen Bimas Kristen dan dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof. Dr. H. Nizar,M.Ag dan Asisten Deputi Asesmen dan Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenpan R-B Vera Yuwantari Susilastuti, M.Si.

Hasil evaluasi ini ditindaklanjuti dengan penyempurnaan proposal transformasi IAKN Tarutung menjadi UKN Tarutung dan disampaikan Rektor IAKN Tarutung kepada Dirjen BIMAS Kristen melalui surat nomor: 1599/Ikn.01/PP.03.2/08/2020, 28 Agustus 2020.

Perjuangan Tim Transformasi selanjutnya memaparkan proposal transformasi yang sudah disempurnakan di ruang pertemuan Hotel Grand Sahid Jakarta di hadapan tim penilai Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si (Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI), Priyono, M.Pd (Kabiro Ortala Setjen Kemenag RI), Prof. Dr. Suwito, MA (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Drs. Afrizal Zein, M.Si (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) selaku pejabat Kabiro Ortala Setjen Kemenag RI sebelumnya.

Baca juga  Gagahi Pelajar Hingga Hamil 7 Bulan, Seorang Pemuda Diamankan Polisi

Penilaian tim mempedomani peraturan terbaru PMA 20 tahun 2020 tentang Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan. Hasil penilaian diperoleh 297 kategori direkomendasikan.

Bertolak dari hasil evaluasi ke-2 tersebut, Menteri Agama pun menyampaikan Proposal Transformasi IAKN Tarutung yang sudah disempurnakan kembali oleh tim internal kepada Menpan R-B melalui surat nomor: B-474/MA/OT.00/11/2020 yakni perihal usul perubahan bentuk STAKPN Sentani menjadi IAKN Sentani dan IAKN Tarutung menjadi UKN Tarutung tanggal 19 Nopember 2020.

Surat ini direspon Menpan R-B dengan terbitnya surat nomor: B/73/KT.01/2021, 4 Februari 2021 dalam isi surat tersebut disampaikan bahwa proposal transformasi masih perlu  dilengkapi data & dokumen pendukung serta perlu dilakukan evaluasi mempedomani PMA 20 tahun 2020.

Tanpa menyerah dan kenal lelah, tim transformasi menyempurnakan data dan dokumen pendukung yang dimintakan sesuai surat Menpan tersebut.

Data dan dokumen pendukung pun diserahkan kepada Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI dan Kepala Biro Ortala Setjen Kemenag RI 5 Februari 2021.

Rektor IAKN Tarutung Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd selanjutnya melaporkan langsung tentang perkembangan transformasi IAKN Tarutung menjadi UKN Tarutung kepada Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama RI) 10 Februari 2021, sekaligus meminta arahan dari Menteri Agama.

Akhirnya sesuai permintaan surat Menpan R-B nomor: B/73/KT.01/2021, tanggal 4 Februari 2021, Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI melakukan evaluasi Transformasi IAKN Tarutung menjadi UKN Tarutung pada tanggal 15 Februari 2021.

Dan pada tanggal 3 Maret 2021 hasilnya disampaikan melalui surat Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Nomor B-66/Dj.IV.PP.03.2/03/2021 kepada Sekjen Kemenag RI untuk diteruskan ke Menpan R-B.

Dalam hasil evaluasi itu dijelaskan secara umum bahwa IAKN Tarutung telah memenuhi keseluruhan komponen dipersyaratkan dalam PMA 20 tahun 2020.

Tak mau berpangku tangan, Rektor IAKN Tarutung Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd dan jajarannya langsung merespon hasil evaluasi Ditjen Bimas Kristen tersebut  dengan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Transformasi IAKN Tarutung menjadi UKN Tarutung tanggal 22 sampai 25 Maret 2021 di Medan.

Tujuan FGD ini tentunya untuk lebih memantapkan kesiapan IAKN Tarutung bertransformasi menjadi Universitas Kristen Negeri Tarutung dalam waktu dekat. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan