Mau Narik Motor, 4 Debt Collector Kena Batunya Dihukum Push Up 30 Kali

  • Whatsapp

Jakarta – Seorang pria berkaos merah beredar dalam video dengan masker tergantung di bagian dagunya tidak menerima ketika motornya hendak ditarik oleh debt collector.

Dalam video tersebut, pria itu berbicara dengan nada tinggi dan sedikit memarahi empat debt collector yang mendatanginya.

Ia juga mengaku, merasa harga dirinya direndahkan atas kejadian itu.

Buntutnya, keempat pria debt collector itu pun langsung meminta maaf.

“Saya dari Angkatan Darat, buka dulu helm kalian. Kalian ini ngapain berhentikan saya di pinggir jalan, kalian dari mana. Seakan-akan saya punya tunggakan. Kalian turunin harga diri saya disini,” katanya.

Tak cukup terima dengan permintaan maaf, pria berbadan tegap itu langsung menghukum keempatnya dengan push-up sebanyak 30 kali.

Baca juga  Cek Reaksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Dirinya kembali menegaskan tidak terima karena telah dipermalukan di depan umum.

“Saya tidak mau tau, kalian turunin harga diri saya, push-up 30,” tegasnya.

Terkait, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) angkat bicara perihal video penarikan motor oleh debt collector alias mata elang yang menjadi viral di media sosial (medsos).

Sebagaimana dilansir media ini dari okezone, pria tersebut lantas mengaku motor yang dikendarainya merupakan hadiah daripada Panglima TNI. Tak hanya itu, dia pun mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Darat (AD).

Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI Kolonel Sus Aidil mengaku telah mendapatkan video tersebut.

Baca juga  DPP Partai Golkar Memutuskan 153 Kabupaten/Kota, Termasuk Mengusung Bobby Nasution

Saat ini, pihak Markas Besar (Mabes) TNI sedang melakukan penelurusan terkait kebenaran video.

“Iya saya juga dapat. Tetapi itu masih ditelusuri kebenarannya,” ujar Aidil saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (23/10/2020)

Lebih lanjut Aidil menuturkan, penelurusan dilakukan guna mengetahui siapa yang memberikan motor tersebut.

Menurutnya, bilamana benar diberikan Panglima TNI, maka dipastikan bukan oleh Panglima TNI yang sekarang, yakni Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

“Kalau dilihat videonya, motornya berarti lima tahun yang lalu, karena dia baru urus ganti Plat dan bawa STNK serta bawa BPKB juga. Kalau benar dari Panglima, pasti Panglima sebelum Pak Hadi,” ucapnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan