Mantan Atlit Voli Nasional Kini Ditetapkan Laki-laki, Begini Komentar KASAD

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Siapa yang tidak mengenal pemain Tim Nasional  Voli Putri Indonesia Aprilia Manganang?

Sosok yang tampil memukau penonton pada Sea Games 2018 lalu, ternyata memiliki sederet kisah.

Bagaimana tidak, status gendernya sempat kontroversial, selain prilakunya yang tomboi juga sederet fisik menjadi sorotan masyarakat umum.

Hal itu ternyata cukup menarik perhatian orang nomor satu di Angkatan Darat.

Hingga KASAD Jenderal Andika Perkasa turut berkomentar dan memberikan bantuan kepada anggota TNI itu.

Seperti diketahui, Aprilia Manganang sebelumnya menjadi anggota korps wanita angkatan darat (Kowad) TNI AD berpangkat Serda.

Namun, kini telah ditetapkan sebagai Laki-laki, setelah menjalani pemeriksaan di RSPAD Gatot Subroto.

Lalu bagaimana deretan karirnya?

Sebelumnya pemilik pangkat Sersan Dua itu telah resmi gantung sepatu sebagai pemain voli putri Timnas Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD) Andika Perkasa memberikan dua opsi penempatan tugas baru bagi salah satu prajuritnya itu.

Penempatan tugas baru ini disiapkan menyusul dipastikannya Aprilia sebagai seorang pria berdasarkan hasil pemeriksan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

“Kemungkinan besar kita akan tempatkan pilihannya di perbekalan dan angkutan, atau bahkan di kesehatan. Tergantung passion-nya Manganang ini lebih besar di mana,” ujar KSAD dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari kanal YouTube Official Inews, Selasa (9/3/2021).

Dalam penempatan tugas baru ini, KSAD telah memerintahkan Direktur Hukum Angkatan Darat (Dirkumad), Brigjen TNI Tetty Melina Lubis untuk menyiapkan semua dokumen perpindahan Aprilia .

Selain itu, KSAD memastikan pihaknya akan membantu Aprilia untuk melengkapi semua syarat dan prosedur sebagai warga negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2006 tentang Adminitrasi Kependudukan.

“Sehingga kita berharap Pengadilan Negeri Tondano akan memberikan dan menetapkan perubahan nama, dari nama sebelumnya kepada nama yang nanti akan dipilih oleh Sersan Manganang dan orangtuanya,” ujar KSAD.

“Kemudian juga perubahan status jenis kelamin sesuai Pasal 56 dari UU 23 itu,” ucap dia.

Aprilia sebelumnya tercatat sebagai warga negara dengan jenis kelamin perempuan.

Catatan ini bahkan bertahan hingga ketika dirinya bergabung dengan TNI AD pada 2016.

Namun, hasil pemeriksaan di RSPAD Gatot Soebroto menunjukkan bahwa Aprilia merupakan seorang pria.

Menurut Andika Perkasa, Aprilia yang juga merupakan prajurit TNI aktif dengan pangkat Sersan Dua (Serda) telah menjalani pemeriksaan medis sejak 3 Februari 2021.

Pemeriksaan itu dilakukan karena Andika Perkasa dan pejabat TNI lainnya melihat ada kejanggalan dalam kondisi fisiknya.

Andika Perkasa kemudian memanggil Aprilia  Manganang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSPAD Gatot Subroto.

Hasilnya, ia dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Sebab, hasil pemeriksaan medis menunjukkan ia lebih memiliki organ tubuh laki-laki.

Baca juga  Ini Salah Siapa? Tewasnya Pekerja Provider, Begini Cerita Warga

Tidak hanya itu, kadar hormon testosteron yang dimiliki identik dengan laki-laki juga di tubuhnya.

Hasil pemeriksaan itu kemudian membuat Andika Perkasa menawarkan Aprilia  Manganang penanganan medis dan operasi (correction surgery).

Menurut Andika Perkasa, sangat antusias ketika mendengar akan mendapat penanganan medis perubahan jenis kelaminnya.

Terdekat, Aprilia  Manganang yang sudah menyelesaikan correction surgery pertama akan kembali naik meja operasi untuk kedua kalinya sebagai proses terakhir.

Dalam penjelasannya, Andika Perkasa menyebut Aprilia  Manganang mengidap kelainan medis yan disebut hipospadia ketika dilahirkan.

Berdasarkan Pemeriksaan di RSPAD Secara garis besar, hipospadia adalah kelainan saluran kencing atau reproduksi.

Andika Perkasa menyebut kelainan hipospadia yang dialami Aprila Manganang ketika lahir termasuk sangat serius.

Namun, karena keterbatasan fasilitas medis saat kelahiran, Aprilia  Manganang ditetapkan berjenis kelamin perempuan.

“Aprilia Manganang sangat tidak seberuntung kita semua. Saat dilahirkan, Aprilia  Manganang mengalami kelainan dalam sistem reproduksinya. Dalam terminologi kesehatan, kelainan itu disebut hipospadia,” kata Andika Perkasa kepada wartawan

“Dalam perkembangannya, kami melihat dan mengamati Aprilia  Manganang. Dia kemudian menjalani pemeriksaan medis pada 3 Februari 2021,” ujar Andika Perkasa.

“Dari hasil pemeriksaan, ternyata Apilia Manganang lebih memiliki organ laki-laki, bahkan tidak ada ditemukan organ internal jenis kelamin wanita,” tutur Andika Perkasa.

“Pemerikasaan hormonal juga demikian. Secara faktual dan ilmiah, kita bisa meyakini Aprilia  Manganang adalah laki-laki,” ucap Andika Perkasa menambahkan.

Ini Masa Lalu Aprilia  Manganang

Sebelum dikenal sebagai atlet voli putri profesional, ia juga tercatat sebagai anggota TNI AD berpangkat Sersan ini ternyata harus berjuang keras memenuhi kebutuhannya.

1. Membantu kerja di ladang

Aprilia Manangang lahir di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada tanggal 27 Maret 1992.

Orangtua Aprilia, Akip Zambrut Manganang dan Suryati Lano hidup pas-pasan.

Sewaktu Aprilia lahir dan tumbuh, Akip Zambrut Mangangan bekerja sebagai buruh tani lepas.

Sedangkan, Suryati Lano adalah seorang asisten rumah tangga yang terkadang berjualan pisang goreng untuk menyambung hidup keluarga.

Keterbatasan ekonomi itu membuatnya tidak bisa bermalas-malasan sewaktu kecil.

Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Aprilia  Manganang terbiasa membantu ibunya menjajakan pisang goreng dengan berjalan kaki.

Aprilia Manganang kecil juga terkadang membantu ayahnya mencangkul ladang hingga memanjat dan mengupas kelapa.

2. Atlet voli kampung

Aprilia Manganang kemudian mulai mengenal olahraga ketika berusia belasan tahun atau saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Sewaktu sekolah, Aprilia sempat bermain bulu tangkis, basket, dan tentu saja voli.

Aprilia Manganang mulai serius menekuni voli ketika duduk di bangku SMA.

Aprilia tertarik karena sempat melihat kakaknya, Amasya, bisa mendapatkan uang dari bermain voli.

Baca juga  Delmeria Sikumbang Jembatani  Penyaluran BOP di Tapteng

Hal itu membuatnya mulai berkeliling mengikuti kejuaraan voli antarkampung.

Upah yang diterima Aprilia  Manganang tentu tidak besar dari kejuaraan antarkampung tersebut.

Aprilia Manganang bahkan pernah hanya mendapat bayaran berupa mi instan, telur rebus, hingga ucapan terima kasih dari kejuaraan antar kampung.

3. Bermain voli profesional

Nasib Aprilia  Manganang kemudian berubah pada 2011 saat direkrut tim voli profesional, Alko Bandung.

Sejak saat itulah, Aprilia  Manganang mulai dilirik oleh berbagai tim elite Proliga hingga timnas voli putri Indonesia.

Puncaknya, Aprilia  Manganang bergabung ke Jakarta Elektrik PLN pada 2015.

Berkat kerja kerasnya, Aprilia  Manganang sukses meraih tiga gelar juara Proliga tiga tahun beruntun bersama Jakarta Elektrik PLN pada 2015, 2016, dan 2017.

Di level timnas putri Indonesia, Aprilia  Manganang pernah meraih medali perak SEA Games 2017 dan dua perunggu SEA Games (2013 dan 2015).

Aprilia Manganang kemudian pensiun sebagai atlet pada 2020.

4. Kerap diprotes

Terlepas dari sederet prestasi yang ia torehkan di voli, Aprilia juga sempat menghadapi isu soal gender pada 2011, saat melakoni musim debut di Proliga.

Hal ini kemudian terjadi lagi pada 2015 ketika dia membela timnas putri Indonesia di SEA Games Singapura.

5. Cedera pakai higgh heels saat jadi Kowad

Aprilia Manganang dilantik menjadi Bintara TNI berpangkat Sersan Dua (Serda) pada Desember 2016.

Dia mengaku canggung saat diwajibkan berdandan dalam sebuah acara resmi Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Bagi Aprilia, berdandan menjadi hal yang tak biasa baginya.

Sebab, pemilik nama lengkap Aprilia Santini Manganang itu kerap berpenampilan tomboi layaknya seorang laki-laki.

“Pas difoto itu saya kelihatan kaku banget. Kalau anggota Kowad yang cewek kan memang wajib make-up saat acara resmi,” ungkap Aprilia kepada JUARA.net di Padepokan Voli Santul, Kabupaten Bogor, medio 2017 lalu.

“Sudah lama sekali tak berdandan seperti itu. Dulu pernah pakai gaun saat peneguhan sidi (baptis), itu pun sudah lama sekali,” imbuhnya.

“Akan tetapi, namanya juga kerja. Saya disuruh pakai rok, sepatu high heels yang tingginya lima senti, dan jalan harus feminim. Saya pun sebenarnya enggak mau ngaku kalau itu saya,” tutur Aprilia seraya tertawa.

Sebagai anggota Kowad, ia bertugas di bagian jasmani karena dianggap memiliki prestasi di bidang olahraga.

Pengalaman unik Aprilia lainnya saat menjadi Kowad adalah ketika ia sampai mengalami cedera karena memakai high heels.

“Bayangkan saja, saya sampai cedera ankle karena pakai sepatu high heels. Kan tahu sendiri, basic aku tuh cowok banget, lalu tiba-tiba harus perpenampilan cantik,” kata Aprilia. (Sumber : tribunnews, kompas.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan