“Mak, pulang lah mak”, Sebuah Video Viral dari Sibolga

  • Whatsapp
Ayah korban dalam video pemukulan (hasil scrensoot)

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria menghantam kepala anak laki-laki hingga terpental di Sibolga viral. Polisi pun buka suara.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 9 detik itu, terlihat seorang pria dewasa mengenakan kaus berkerah dengan motif garis-garis kuning, putih, dan hitam berbicara ke seorang anak laki-laki yang tidak menggunakan baju.

Pria itu terus menerus bicara ke anak tersebut. Dia kemudian menyuruh anak tersebut bicara ke arah kamera.

Anak tersebut kemudian menuruti perintah pria itu. Dia awalnya meminta ibunya pulang karena bapaknya yang sudah tak memperdulikannya lagi.

Baca juga  Bupati Taput Kembali Raih Penghargaan Indonesia Award 2020 Atas Pemulihan Ekonomi

Mak, pulang lah mak,” ucap anak tersebut.

Pria itu kemudian menimpali ucapan anak tersebut. Dia kemudian mengarahkan agar anaknya bicara soal bapak yang sudah tak memperdulikan diri mereka lagi.

“Nggak diperdulikan kami. Nggak dikasih kami makan,” ucap anak itu.

Tiba-tiba pria tersebut menghantam kepala anak tersebut dengan tangan. Anak tersebut terlihat terpental hingga jatuh dan menjerit kesakitan.

Peristiwa itu disebut terjadi di Sibolga, Sumatera Utara. Namun, tak disebutkan kapan peristiwa itu terjadi.

Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin mengatakan kakek dari bocah tersebut sempat mendatangi polisi untuk membuat laporan. Namun, anak yang menjadi korban tidak ikut sehingga laporan tak jadi dibuat.

Baca juga  Menteri PPPA Yohana Yambise, Ajak Seluruh Pihak Cegah Kekerasan Pada Anak

“Kemarin kakeknya sudah datang untuk membuat laporan. Tapi si korban tidak ada. Jadi tidak jadi dia buat laporan,” ucap R Sormin.

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan kakek bocah tersebut, si korban dibawa ke Padangsidimpuan. Dia tak menjelaskan detail bagaimana tindak lanjut terhadap dugaan kekerasan terhadap anak itu.

“Dari keterangan kakeknya, korban dibawa orang tuanya ke Sidimpuan,” ujarnya. (*)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan