Komentar Edy Rahmayadi Soal Penjagal Kucing

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Medan – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku geram dengan viralnya kasus penjagalan kucing di Medan.

Apalagi ia mengaku sebagai pecinta hewan tersebut.

“Saya pecinta hewan ini, kucing saya ada banyak sekali.” Ucap Gubsu itu.

Ia pun menuding, bahwa orang yang menjagal kucing tersebut adalah orang yang tidak benar.

Ia menyarankan, sesungguhnya masih banyak yang lebih pantas untuk dimakan atau dikonsumsi.

Berawal dari viralnya postingan seorang netizen di Instagram yang mengaku kehilangan kucing kesayangannya. Salah satu rumah di Jalan Tangguk Bongkar 7, Kelurahan Tegal Sari Mandala, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumut, diduga menjadi tempat penjagalan kucing tersebut.

Terungkapnya dugaan penjagalan kucing ini berawal dari postingan akun Instagram @soniarizkikarai yang mengaku kehilangan kucing kesayangannya jenis kucing Persia diberi nama Tayo, sebagaimana dilansir media ini dari tagar.id.

Dia mengaku, setelah mencari kucingnya yang hilang selama dua hari, akhirnya melihat kucing dimasukkan ke goni oleh seseorang yang disebut sering memgambil kucing untuk dibunuh lalu dijual dagingnya dengan harga Rp 70 ribu per Kg.

Baca juga  Siap-Siap, Premium dan Pertalite Bakal Bergeser ke Pertamax

Dia kemudian memberanikan diri untuk ke rumah pelaku. Setiba di lokasi bertemu dengan seorang wanita bernama Bu Wulan.

Bersama perempuan ini, pemilik akun @soniarizkikarai menemukan sebuah goni dan saat dibuka mereka melihat banyak kepala kucing, termasuk menemukan kucing hamil.

“Dan setelah itu saya lemas ga bisa sambil nangis. Lalu buk wulan bilang, nia ini ada kepala tayo. Saya pun tak sanggup lagi berdiri dan menangis sejadi-jadinya,” tulis pemilik akun yang disapa Nia.

Tak lama kemudian seorang pria datang dan lalu marah-marah. Memaki mereka berdua, bahkan nyaris adu tangan dengan Bu Wulan.

“Saya udah lapor ke sana kemari, tapi ga ada hasil. Bahkan saya udah bawak kepala kucing saya sebagai bukti ke polsek. Dan ini saya post sama daging-daging beserta kepala kucing tapi gatau kenapa gabisa terpost. Capek we (emoticon menangis),” tulis Nia.

Baca juga  Terkesan Kilat, RSUD Tapsel Gelar Ujian Tertutup THL 2020

Di postingan berikutnya, @soniarizkikarai menulis, “Banyak yang bilang emang yakin itu kepala tayo? Saya berharap bukan, karena susah mengenali mayat kucing di situ. Mereka dipukul dulu biasa sampek mati dan sering juga dibakar yang bilang ini tetangga di sini. Saya juga kurang tau karena baru pindah beberapa bulan ke sini.

Terus kenapa yakin itu tayo? Kepala kucing biasa sama kucing Persia biasa beda, apalagi tayo bigbone yang badannya besar, dan diantara kepala kepala disitu tadi semua kecil kecil kecuali satu, dan kemungkinan besar itu tayo”.

Di lokasi dalam foto yang diunggah @soniarizkikarai, masih terlihat tumpukan kayu dan papan di atas parit. Begitu juga dengan karung lusuh yang diduga bekas darah.

Sementara di lantai, terlihat potongan kayu balok berbentuk bulat yang juga terlihat cairan diduga darah, warnanya merah kehitaman.

Seorang perempuan dan pemuda duduk di kursi dekat pintu rumah, persis seperti yang terlihat pada unggahan yang viral tersebut. (Sumber : tagar.id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan