Kisah Pengembala Sapi Yang Menjadi Anggota Polri

  • Whatsapp
Ket. Gbr : Yonas Ben Baitnanu, foto bersama kedua orang tuanya

BeritaTapanuli.com, Kupang – Penerimaan anggota Polri dari cabang Bintara, menjadi hal bersejarah dalam diri Yonas Ben Baitnanu. Terlebih bagi orang tua dan keluarga.

Raut wajah penuh bahagia terpancar tatkala ia dinyatakan lulus menjadi calon siswa Bintara Polri dalam seleksi di Polda NTT tahun 2019.

Dari sebanyak 172 pelamar ia kemudian terpilih yang dinyatakan lolos sebagai siswa Bintara.

Dilansir dari tribratanews.polri.go.id, Yonas Ben Baitnanu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Sebelumnya, ia tidak pernah menyangka akan terpilih, mengikat ratusan kompetitornya seakan menelan rasa optimisnya menjadi anggota Polri.

Anak pasangan Ferdinand Baitanu dan Elisabeth Baitanu-Toasu ini, ternyata sejak kecil sudah memiliki cita-cita menjadi anggota Polri.

Demikian kisah Yonas yang tidak kalah penting untuk dilewatkan. Tinggal dengan kerabat ayahnya di Jalan Sukun, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Sehari-hari, ia bahkan menggembalakan sapi peliharaan orangtuanya.

Baca juga  Babi Hutan dari Sumatera Serbu Wilayah Malaysia, Kok Bisa ?

Waktu pagi hingga siang dimanfaatkan Yonas untuk sekolah. Siang hari setelah pulang sekolah, ia bertugas menjaga ternak sapi di padang hingga malam hari.

Tamat SMA pada tahun 2017, ia menguburkan impiannya menjadi anggota Polri karena ketiadaan biaya. Seperti biasa, ia menyibukkan diri beternak dan menggembalakan sapi peliharaannya.

Secara kebetulan, ia bertemu anggota polisi yang juga tetangga rumahnya. Kemudian ia disarankan mendaftarkan diri sebagai calon siswa Bintara Polri ke panitia penerimaan Polri.

Segala jerih upayanya tidak sia-sia, hingga mengikuti pengumuman akhir di Hotel Aston pada Kamis (1/8/2019) dan dinyatakan lulus mengikuti pendidikan di SPN Polda NTT.

Baca juga  Longsor, satu jenazah terbalut kain kafan muncul di tebing

Ia semakin yakin, ternyata menjadi anggota Polri tidak perlu menyiapkan uang tetapi cukup bermodalkan belajar dan usaha keras serta melatih diri secara baik.

“Saya membuktikan kalau tanpa uang yang banyak pun bisa menjadi anggota Polri.” Imbaunya.

Masih lanjutnya, saya seorang gembala sapi, tetapi saya bisa lulus. Ini berkah yang luar biasa. Selama ini saya pikir masuk polisi harus ada uang banyak, tetapi saya bisa buktikan kalau tanpa uang pun kita bisa menjadi anggota polisi asalkan ada usaha dan kerja keras,” tegas Yonas seraya menginspirasi pemuda yang harus memelihara cita-cita dengan kerja keras. (BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan