Kenali Ciri Kerupuk, Waspadai Bahaya Bila Ada Tanda Tanda Ini Anda Temukan

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Kerupuk merupakan pelengkap makan yang istimewa bila berbicara di Indonesia.

Bagaimana tidak, ternyata selain renyah, kerupuk juga bisa menambah selera makan sebab jadi ‘topping’ berbeda untuk makanan.

Tidak heran jika anda yang tinggal di Indonesia, sajian kerupuk bahkan di rumah rumah makan pasti terpampang sebab laris manis.

Meski murah meriah namun juga enak, ternyata ada hal hal yang mesti kita waspadai.

Apalagi jika kerupuk tersebut ingin dinikmati bersama keluarga, tentunya kita tak ingin abai akan dampak negatif yang timbul bisa saja.

Dilansir media ini dari sajiansedap.grid.id, diterangkan jangan lagi beli kerupuk dengan tanda-tanda ini dan biasanya dijual pedagang nakal.

Apalagi, karena laris manis menjadikan produksi kerupuk sebagai bisnis yang cukup menggiurkan keuntungan.

Tak heran belakangan ini ramai kerupuk dengan campuran yang tidak lazim seperti lilin dan plastik.

Beberapa orang pernah melakukan tester dengan membakar kerupuk putih yang untuk mengetahui kandungan lilin.

Namun sebenarnya, kita bisa melihat kerupuk tak layak makan dari tampilannya.

Berikut ini karakteristik kerupuk plastik berbahaya, yang perlu dihindari :

1. Warna yang ‘berbeda’

Jika anda menemui kerupuk merah atau kuning, apabila warna yang di hasilkan lebih terang, kemungkinan ia memakai zat aditif pada makanan sebagai pewarna.

Hal itu bisa membahayakan tubuh jika dikonsumsi.

Baca juga  Sayangi Keluarga, Virus yang Mesti Diwaspadai Bukan Saja hanya Covid

2. Kerupuk lebih renyah

Jika kerupuk yang anda makan kondisinya sangat  renyah bahkan dalam waktu yang cukup lama, hal ini perlu di perhatikan.

Sebab kerupuk pada normalnya jika di biarkan terlalu lama akan ‘melempem’.

Kemungkinan jika kerupuk anda terlalu renyah, ada bahan seperti  boraks yang mampu meningkatkan kerenyahan dan kekenyalan makanan tinggi.

3. Tidak menyengat tenggorokan

Kerupuk yang baik jika anda konsumsi tidak membuat sakit tenggorokan.

4. Mudah hancur

Kerupuk yang tidak mengandung bahan berbahaya akan lebih mudah di hancurkan ketika anda remuk.

5. Aroma yang menyengat

Bahaya makan kerupuk yang mengandung plastik, ketika di bakar akan mengeluarkan bau yang tajam dan menyengat.

6. Kandungan tambahan yang membahayakan

Kerupuk yang mengandung plastic dan lilin sangat membahaykan tubuh.

Pengolahan dan proses pencernaan akan berlangsung lama, bahkan mampu mengganggu kerja usus Anda.

Jangan Makan Kerupuk Tiap Hari

Bukan hanya jadi teman makan, kerupuk juga kadang kali sering kita jadikan cemilan.

Maka wajar saja jika kita sering makan kerupuk.

Namun, baiknya Anda kurangi kebiasaan tersebut kalau tak mau penyakit mengerikan ini menyerang tubuh Anda.

Selain itu, juga media ini melansir laman doktersehat.com, disebutkan ada 5 penyakit yang bisa disebabkan oleh konsumsi kerupuk berlebih :

Baca juga  Foto Bertemu Presiden, Netizen Salah Fokus Bahas Sepatu Rafi Ahmad

1. Resiko obesitas

Kerupuk harus diolah dengan cara digoreng di dalam minyak.

Karena alasan inilah kita terkadang masih bisa menemukan kandungan minyak pada permukaan kerupuk.

Hal ini membuat kerupuk kaya akan kandungan kalori dan lemak yang jika dikonsumsi secara berlebihan tentu akan bisa memicu kegemukan.

2. Tekanan darah tinggi

Selain minyak, kandungan lain yang sangat tinggi pada kerupuk adalah natrium.

Banyaknya taburan garam dan berbagai bumbu penyedap inilah yang bisa membuat kerupuk memiliki rasa lebih gurih.

Mengkonsumsinya dengan berlebihan tentu akan membuat kita lebih beresiko terkena masalah tekanan darah tinggi.

3. Menyebabkan gagal ginjal

Banyaknya kandungan berbahaya pada kerupuk akan membuat ginjal bekerja dengan terlalu keras.

Jika kita kerap mengkonsumsinya, maka resiko terkena gagal ginjal juga meningkat.

4. Kanker

Jika kita mengkonsumsi kerupuk berwarna, bisa jadi kerupuk berwarna tersebut ternyata memiliki kandungan zat pewarna berbahaya yang bersifat karsinogen atau memicu kanker.

5. Kerusakan otak

Kerupuk yang berwarna kaya akan bahan kimia yang bisa memicu kerusakan otak dan juga pusat koordinasi tubuh.

Nah, untuk menghindarinya ada baiknya jika kita menghindari konsumsi kerupuk berlebih.

Selain itu, cobalah memilih kerupuk yang tak berwarna untuk menghindari penggunaan bahan kimia buatan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan