Hilang Tenaga Rupiah Melemah Segini per Dollar Awal Pekan

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Awal pekan ini, Kurs rupiah melemah pada perdagangan Senin (18/1/2021).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.080 per dolar AS.

Diperkirakan, melemah 12 poin atau 0,08 persen dari posisi Rp14.068 pada Jumat (15/1/2021).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.030.

Indeks dolar di sisi lain terpantau stagnan di posisi 90.77.

Sebelumnya, rupiah diproyeksi kian bertenaga pada perdagangan pekan depan di tengah sejumlah agenda ekonomi pekan depan.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa mata uang Garuda kemungkinan membuka perdagangan pekan depan melemah imbas dolar AS yang kuat.

Baca juga  Berawal Saling Ejek Di Whatsapp Grup, 2 Debt Collector Duel Di Stadion, Berakhir di Penjara

Namun, rupiah akan kembali rebound seiring dengan banyaknya katalis positif yang mendukungnya pada pekan ini.

Ibrahim memprediksi rupiah berada di kisaran Rp14.000-Rp14.050 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/1/2021). Sementara itu, untuk sepanjang pekan depan rupiah diproyeksi berada di kisaran Rp13.800 per dolar AS hingga Rp14.200 per dolar AS.

“Fokus pasar masih akan tertuju pada optimisme penggelontoran stimulus The Fed dan Pemerintah AS yang akan melemahkan dolar AS, belum lagi pekan depan Joe Biden akan resmi dilantik,” ujar Ibrahim kepada Bisnis, Minggu (17/1/2021).

Baca juga  Peringati Harkitnas, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Inspektur Upacara

Untuk diketahui, pasangan Joe Biden dan Kamala Harris yang menang dalam laga pemilihan umum AS akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS pada Rabu (20/1/2021).

Pasar menyambut baik rencana tersebut karena akan menstabilkan kondisi politik AS dan meningkatkan minat investor untuk mengumpulkan aset berisiko, termasuk rupiah, dan menjauh dari dolar AS.

Namun, pergerakan rupiah pada pekan ini  tidak serta merta luput dari katalis negatif. Data ekonomi AS yang dirilis positif dapat menjadi pijakan baik bagi dolar AS untuk menguat sehingga melemahkan rupiah. (R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan