Heboh, Sosok Pria Ditemukan Tergeletak di Toilet SPBU, Tau-tau Sudah MD

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Penemuan mayat laki-laki di Toilet SPBU Kebun Jambu Jalan SM Raja, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Sumatra Utara (Sumut), Kamis (4/2/2021) sekira pukul 00.30 WIB, gegerkan warga sekitar.

Hal tersebut dibenarkan, Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin kepada wartawan.

Dari informasi dihimpun melalui Kasubbag Humas itu, korban bernama Viktor Nius Hutagalung (55).

Selama ini, warga mengetahui pria tersebut adalah penarik becak bermotor. Ia adalah warga Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng, Sumut.

Polisi juga mengamankan barang bukti di TKP berupa pakaian milik korban di dalam plastik warna hitam, dompet warna hitam berisi uang tunai sebesar Rp.737 ribu, satu unit handphone Nokia warna hitam dan sepasang sepatu warna coklat.

Baca juga  Besok, TMMD Ke-108 Kodim 0211/TT Resmi Ditutup

Sormin menjelaskan, orang pertama melihat korban adalah Hendri Sitanggang, saat itu sekitar pukul 00.30 WIB, hendak ke toliet tersebut.

Dari pengakuan saksi, awalnya ia mendengar suara dengkuran dari dalam kamar mandi dengan posisi pintu dalam keadaan tertutup, kemudian Hendri menjumpai Teddu petugas SPBU dan mempertanyakan suara dari dalam toilet tersebut.

Namun petugas SPBU tadi mengatakan “Sudah dari tadi seperti itu”. Untuk memastikannya, Hendri Sitanggang bersama dengan saksi lainnya, dan disaksikan oleh masyarakat mengecek toliet tersebut.

Ternyata, mereka kaget sudah mendapati korban dalam kondisi sedang tergeletak dengan posisi miring di lantai toilet.

Baca juga  Peringati Hari Tahun Baru Islam, Bupati Ajak Masyarakat Berantas Penyakit Masyarakat (Pekat)

“Selanjutnya saksi bersama personel Polsek Sibolga Sambas menggotong korban dan menaikkan ke atas becak miliknya. Namun, setelah dicek kondisi korban kemudian, diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Sormin.

Mayat laki-laki itu pun dievakuasi ke RSU Sibolga sekira pukul 02.10 WIB dengan menggunakan mobil ambulans untuk dilakukan Visum.

“Berdasarkan hasil diagnosa dokter, penyebab meninggalnya korban dikarenakan pecahnya pembuluh darah dengan ditandai mulut korban mengeluarkan buih,” jelasnya.

Mayat korban selanjutnya diserahkan kepada keluarganya. “Pihak keluarga menyatakan tidak keberatan atas meninggalnya korban dengan membuat surat pernyataan,” tukas Sormin. (Tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan