Hadang Buldozer, Boru Silitonga Teriak-Teriak Panggil Pak Jokowi dan Pak Luhut

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Taput – Seorang ibu-ibu mengaku Boru Silitonga, pekerjaan petani seketika dengan garang menghadang Bulldozer.

Penghadangan itu ia lakukan sekaligus dengan rekaman video yang kini tersebar luas di media sosial.

Kejadian diketahui di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

“Berani kalian semua, perbuatan kami ini seakan-akan kriminal disini.” Ujarnya.

Ia pun mengaku sempat menanyakan operator alat berat itu, tindakannya atas perintah siapa. Namun, boru Silitonga itu juga menjelaskan, operator tidak mengetahui diperintah oleh siapa.

Masih kata dia, kami berladang di tanah yang diciptakan Tuhan. Ini tanah air ku Indonesia, siapa yang berani?,” teriaknya, Rabu (03/11/2021).

Boru Silitonga yang menghadang bulldozer saat berhenti tak tinggal diam, juga meminta Presiden RI Jokowidodo dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan agar petani di desa itu diperhatikan, dan bukan diperlakukan seperti pencuri.

Baca juga  Gelar Operasi Yustisi, Siap Siap Pelanggar Akan di Kenalan Denda Rp 150.000

“Ini tanah air ku, bukan mencuri, kami hanya berladang. Coba saya di depan siapa yang berani, tabrak,” kata Boru Silitonga duduk di depan Bulldozer yang saat itu tengah berhenti.

“Pak Jokowi, bapak Luhut Panjaitan ‘bereng hami’ (perhatikan kami– red). Macam-macam kalian semua, pulang-pulang, turun-turun, matikan itu pak,” katanya terhadap pekerja yang ingin meratakan lahan itu.

“Masa kalian gak tau siapa yang menyuruh kalian. Saya tanya siapa yang menyuruh kalian kesini gak tahu, masa gak tahu siapa yang menyuruh mereka kesini  pak. Pak Jokowi, bapak Adian Napitupulu, bapak  Luhut Panjaitan ‘bereng au amang, boru mon, boru Silitonga on’ (Perhatikan kami putri mu ini, boru Silitonga).”

Baca juga  Bupati Taput Kembali Raih Penghargaan Indonesia Award 2020 Atas Pemulihan Ekonomi

“Siapa yang berani, bapak Jokowi bahkan mau mengirim bibit porang, siapa yang menanam, saya disini, ini tanah air ku Indonesia. Saya mutlak putri Indonesia, saya tidak mencuri, kalian datang ramai-ramai bawa buldozer,” Ulangnya lagi.

Boru Silitonga ini pun menegaskan bahwa masyarakat desa itu murni pekerja petani/pekebun singkong, bukan pencuri dan pengemis jalanan.

“Kami hanya bertani mau menanam singkong, menambah pangan kami , kami tidak mencuri, kami tidak mengemis di jalanan, stop, stop pak gak boleh,” kata Boru Silitonga terhadap pekerja Buldozer. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan