Dinyatakan Sehat, ODP Asal Bandung Ini Minta Tinggal di Tempat Isolasi

  • Whatsapp
Foto Wisma Atlet Sibolga. (istimewa)

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Arif (30), warga Bandung, Jawa Barat (Jabar), dikabarkan enggan meninggalkan wisma atlet Sibolga yang terletak di Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).

Meski ia telah dinyatakan sehat atau negatif Covid-19 oleh tim medis penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, setelah menjalani masa karantina selama 14 hari sesuai Protokol Covid-19 selesai atau berakhir pada Rabu 29 April 2020 lalu.

Arif disebut-sebut malah ingin tinggal lebih lama ditempat itu dan rela bekerja sebagai relawan kebersihan di wisma yang menjadi tempat isolasi bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga tersebut sebagai konsekuensinya

Dengan kata lain, Arif sudah harus meninggalkan atau keluar dari wisma atlet tersebut. Namun Arif malah enggan keluar dan ingin tinggal disitu karena dia disebut-sebut tidak memiliki uang dan pekerjaan.

Arif sebelumnya ditempatkan di wisma atlet itu sebagai pasien ODP, setelah dia dijemput dan dibawa oleh Tim Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga dari salah satu masjid di Kota Sibolga.

Baca juga  Harga Ikan Murah, Sejumlah ABK Mengeluh Upah Turut Menurun

Saat itu dia sedang tidur-tiduran di masjid, tempat dimana dia dibawa, karena jamaah masjid khawatir dengan keberadaannya disana. Jamaah takut Arif terpapar Covid-19.

Arif sendiri tidak memiliki sanak saudara atau keluarga ataupun rumah di Kota Sibolga. Pun Arif tidak memiliki uang. Arif datang ke Kota Sibolga dari Sumbulsalam, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD/Aceh) dalam rangka untuk mencari pekerjaan.

Arif saat itu dikhawatirkan terpapar Covid-19, sehingga Arif terpaksa dievakuasi ke wisma atlet Sibolga guna menjalani proses pemantauan Covid-19.

Dokter pemantau pasien ODP di wisma atlet Sibolga, dokter Donna Pandiangan, dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sibolga, saat dihubungi wartawan, Jumat (1/5) lewat telepon selular, mengaku tidak mengetahui pasien ODP mereka yang telah selesai masa pemantauannya selama 14 hari.

Dan bahkan telah dinyatakan sehat dari Covid-19 tersebut, enggan keluar atau meninggalkan kamar isolasinya di wisma atlet Sibolga.

“Saya tidak tahu itu. Tapi benar, ada satu pasien kita disana (Wisma Atlet Sibolga) yang sudah selesai masa pemantauannya selama 14 hari dan dia sehat,” kata Donna, yang juga Sekretaris di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sibolga ini.

Baca juga  Menteri Perdagangan dan Jaksa Agung Resmikan 3 Prasasti di Sibolga

Menurutnya, setelah satu orang ini dinyatakan selesai masa pemantauannya selama 14 hari, maka di wisma atlet Sibolga kini tersisa dua ODP yang masih dalam pemantauan mereka.

Satu warga Sibolga yang pulang dari Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan satu lagi lainnya merupakan warga Nias dari Bandung dan ingin pulang ke kampung halamannya di Nias.

“Kondisi mereka sampai sekarang juga masih sehat,” jelas Donna.

Wisma atlet Sibolga merupakan salah satu tempat isolasi bagi ODP Covid-19 yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot Sibolga), selain Rumah Sakit Umum (RSU) Ferdinand Lumbantobing (FL Tobing) Sibolga. Wisma itu sedikit jauh dari pemukiman penduduk dan di wisma itu disediakan 11 kamar sebagai ruang isolasi bagi ODP. (R)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan