Dihadang Pakai Mobil, Seorang Pria Dikeroyok OTK Dijalan

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Siantar – Welring Sitio (40), warga Sibatu-batu, Kelurahan Bahsorma, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, seketika dikeroyok OTK, Sabtu (12/10/2019) malam.

Situasipun seketika mencekam, hingga ia membuat laporan di Polsek Siantar Martoba.

Korban terlihat mengalami luka di wajah dan lengan yang masih mengeluarkan darah.

Informasi dihimpun pengeroyokan terhadap korban terjadi ketika dia dan anak gadisnya, yang masih berusia 14 tahun tiba setelah membeli mie goreng, tak jauh dari kediamannya.

Ketika dalam perjalanan pulang, Welring Sitio yang pada saat itu mengendarai sepeda motor Honda Verza, dihadang satu unit mobil hingga laju sepeda motornya terhenti seketika.

“Setelah beli mie goreng dan masih di Simpang Segitiga Sibatu-batu itu, sepeda motor yang kami kendarai dihadang mobil dan langsung cakap kotor orang yang didalam mobil itu. Sepeda motor ku ditendang dan jatuh, anak ku tertimpa. Lalu aku dikeroyok sama orang yang gak ku kenal (OTK),” ungkapnya di Polsek Siantar Martoba.

Baca juga  Dikritik Anak dan Cucunya, Luhut Sadar Ada Kekurangan di Omnibus Law

Kalah jumlah, iapun menyuruh anak gadisnya untuk meminta tolong kepada warga.

“Seingat aku, orang itu ada lima orang. Ada yang naik mobil dan sepeda motor. Yang mengeroyok aku itu ada empat orang,” ucapnya di kantor polisi.

Tak lama terjadi pengeroyokan, warga setempat berdatangan dan menyelamatkan korban bersama putrinya.

Hal senada juga dibenarkan warga sekitar yang turut mendampingi korban.
“Yang datangnya anak si Welring ini minta tolong. Bapak ku dikeroyok kata anaknya sama kami. Saat kami selamatkan, si Welring ini sudah di bawah posisinya, di tanah. Masih sempat kami lihat dia dikeroyok,” ujar warga.

Baca juga  Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Jalur Alternatif Parapat- Pematangsiantar Sumut Amblas.

Melihat ramainya warga, empat orang yang melakukan pengeroyokan terhadap Welring Sitio pun melarikan diri dari lokasi dan satu orang tinggal.

“Awalnya ada lima orang. Tiga dalam mobil, dua lagi naik sepeda motor,” ujar warga.

Namun dari lima orang itu, empat yang melakukan pengeroyokan terhadap korban, satu orang tertinggal, lalu dikeroyok oleh warga yang sebelumnya telah tersulut emosi.

“Setelah warga ramai, yang empat orang ini kabur. Tinggal lah satu orang dan itu yang dikeroyok sam warga,” ujar Pardede kembali. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan