Di Usia 75, Pesulap Roy Horn Meninggal Oleh Covid-19

  • Whatsapp
Foto istimewa

Los Angeles, AS – Ilusionis kondang Roy Horn meninggal dunia di usia 75 tahun setelah mengalami komplikasi yang ditimbulkan Covid-19. Horn meninggal di sebuah rumah sakit di Las Vegas, Jumat (8/5/2020) waktu setempat.

Personel duo ilusionis Siegfried & Roy itu didiagnosis Covid-19 pada April lalu. Ketika itu juru bicaranya mengatakan tubuh Roy Horn memberi respons bagus pada pengobatannya.

Rekannya di Siegfried & Roy, Siegfried Fischbacher, mengatakan sangat kehilangan sahabatnya tersebut.

“Hari ini dunia kehilangan salah satu pesulap hebatnya. Namun saa kehilangan sahabat,” kata Fischbacher dalam sebuah pernyataannya.

“Dari kali pertama kami bertemu, saya tahu, bersama-sama kami akan mengubah dunia. Tidak ada Siegfried tanpa Roy, dan tidak ada Roy tanpa Siegfried,” lanjut ilusionis tesebut.

Baca juga  Didebat Wartawan, Trump Akhiri Konferensi Pers

Siegfried Fischbacher mengatakan Roy Horn adalah seorang pejuang sejati sepanjang hidupnya, termasuk pada hari-hari terakhirnya.

Siegfried & Roy dikenal dengan pertunjukan sulap mereka di Mirage Resort & Casino di Las Vegas. Pertunjukan itu berlangsung dari 1990 hingga 2003. Mereka berhenti setelah Roy Horn diserang salah satu harimau putih yang menjadi atraksi pertunjukkan mereka.

Roy Horn kehilangan banyak darah dalam serangan itu, tetapi nyawanya selamat. Namun akibat serangan itu sebagian tubuhnya lumpuh. Meski demikian, ilusionis itu tidak menaruh dendam pada harimau yang diberi nama Montecore itu.

Baca juga  10 Anggota Militer Tewas, Seorang Berpangkat Jenderal

“Saat itu dia tahu saya sedang memerlukan pertolongan, dan dia menolong saya,” kata Roy Horn kepada People beberapa waktu lalu. Dalam wawancara dengan Las Vegas Weekly pada 2013, Roy Horn menuturkan kronologi peristiwa itu menurut versinya.

“Montecore melihat saya dengan mata birunya yang besar dan bingung. Karena itu dia mencoba mengangkat saya di leher,” kata Horn tentang kejadian itu. Roy Horn yakin harimau itu justru hendak membawanya ke pinggir panggung agar bisa merawatnya.

“Jadi kita perlu meralat (tentang kejadian itu), dia tidak pernah menyerang saya. Jika seekor harimau menyerang, tamatlah kita,” kata Roy. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan