Akibat Aksi Mahasiswa, Hingga Saat Ini, 4 Polisi Terbakar

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Cianjur – Aksi unjuk rasa, melibatkan kelompok mahasiswa dari Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus, di gerbang depan Pemkab Cianjur berujung ricuh.
Insiden yang seharusnya tidak terjadi itu, kemudian menimbulkan empat polisi terbakar karena terkena cipratan cairan diduga bensin.

Dalam hal ini, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, awalnya aksi demo yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu, berlangsung dengan kondusif. Namun entah siap pemicu pertama tiba-tiba menjadi ricuh.

Mereka yang tergabung dengan Kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus sendiri adalah gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa dan pemuda di antaranya GMNI Cianjur, PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF, IMM Cianjur dan PD Hima Persis Cianjur.

Baca juga  Pria Asal Riau Diringkus di Loket Bus, Miliki 2 Kg Narkotika

“Massa aksi mulai berkumpul dan melakukan orasi di Kantor DPRD Cianjur pada jam 10.00 WIB dengan jumlah massa 50 orang. Saat itu mahasiswa diterima perwakilan dari DPRD Cianjur,” kata Trunoyodo.

Adapun saat itu, tuntutan yang disuarakan massa aksi antara lain, belum jelas arah 6 program strategis “Cianjur Jago”, kesejahteraan warga Cianjur di bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup. Selain itu minimnya lapangan pekerjaan, belum terlaksananya reformasi agraria dan tuntutan mewujudkan kedaulatan pangan.

Dan setelah sekitar pukul 11.00 WIB, para peserta demo bergerak melakukan long march menuju kantor Pemkab Cianjur dengan rute Kantor DPRD Cianjur, Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Jalan Pangeran Hidayatullah, Jalan Siliwangi dan terakhir Kantor Pemkab Cianjur.

Baca juga  Polisi Amankan Juru Parkir Liar di Kota Padangsidimpuan

“Jam 12.00 WIB massa aksi tiba di Kantor Pemkab Cianjur dan kembali melakukan orasi. Sekitar jam 12.30 WIB, massa mulai melakukan pemblokiran di Jalan Siliwangi (depan pintu masuk Pemkab Cianjur) yang mengakibatkan kemacetan arus lalin sepanjang Jalan Siliwangi,” katanya.

Sekitar pukul 13.00 WIB massa aksi melakukan pembakaran ban dan tindakan masssa sempat dilerai oleh anggota kepolisian. Akan tetapi massa semakin brutal yang mengakibatkan sejumlah anggota kepolisian terkena luka bakar.

“Karena ada salah satu massa aksi yang menyiram bensin ke sekitaran ban sehingga api menyambar anggota Kepolisian yang mencoba memadamkan api tersebut,” kata Truno. (int)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan