3 Orang Petani Sayur Di Jambi Ditabrak Pesawat? Ini Faktanya

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Momen bersejarah tentu akan sulit dilupakan. Selain mengisahkan pilu juga mengingatkan kita akan peristiwa yang terjadi.

Berikut ini, kami lansir dari media kompas.com, mengingat sejarah atau sebuah peristiwa dalam penerbangan di Indonesia.

Salah satunya, pesawat maskapai Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Jambi yang ketika itu mengalami kecelakaan di Bandara Sultan Thaha, Jambi, 27 Agustus 2008 atau tepat 12 tahun lalu.

Meski kecelakaan ini menelan korban luka, akan tetapi tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Bahkan dilaporkan 18 orang menjadi luka-luka atas insiden bersejarah tersebut.

Di antara korban luka tersebut adalah tiga orang petani sayur yaitu Seno (50) bersama istrinya Pasri (45) dan anaknya Rahmad Sholikin (4).

Ketiganya saat itu sedang berteduh di dalam pondok untuk menunggu hujan berhenti.

Saat pesawat Sriwjaya Air meluncur ke luar landasan mereka terkejut dan tidak bisa menghindar.

Akibat kejadian tersebut, Seno diketahui harus kehilangan tangan dan kaki kiri. Sedangkan tulang kaki anaknya, Rahmad Sadikin, patah. Sementara istri Seno, Pasri juga terluka di bagian kepala.

Baca juga  Pasangan Gibran Serahkan Pengunduran Diri ke KPU

Dilansir dari media tersebut, dijelaskan peristiwa menegangkan itu terjadi pada tanggal 27 Agustus 2008 silam. Dan, insiden itu terjadi sore hari pada pukul 16.25 WIB.

Pesawat dengan nomor penerbangan PK-CJG 062 ini mengalami gangguan rem saat hendak mendarat.

Selain itu, dilaporkan pula cuaca di area bandara sedang hujan lebat.

Kepala Divisi Teknik PT Angkasa Pura Bandara Sultan Thaha Jambi saat itu, Dedi Setiono menjelaskan bahwa penyebab tergelincirnya pesawat Sriwijaya dikarenakan hidrolik rem kurang berfungsi.

Akibat kejadian tersebut, pesawat yang membawa 123 penumpang ini tergelincir hingga ke luar landasan sekitar 200 meter atau ke lahan pertanian sayur milik warga setempat.

Berdasarkan keterangan warga, para petani yang menjadi korban tengah menggarap lahan atau masih melakukan aktivitasnya di kebun yang berlokasi memang dekat bandara.

Mengingat kondisi petani yang menjadi korban, mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Akibat tergelincir, pesawat jenis Boeing 737 seri 200 itu mengalami kerusakan sayap sebelah kanan dan satu mesin jatuh.

Tidak ada penumpang yang menjadi korban dalam insiden ini.

Baca juga  5 Warga di Sulbar Terjebak di Reruntuhan

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, JA Barata, mengatakan bahwa seluruh penumpang dilaporkan selamat, meski pesawat keluar jalur atau runway.

Selain pesawat mengalami kerusakan sayap, Barata menambahkan, roda pendaratan bagian depan pesawat juga patah dan terlepas.

Lantaran masih hujan deras, warga sekitar yang mendengar kejadian itu pun berduyun-duyun ingin menyaksikan kejadian.

Salah satu warga yang bermukim di sekitar bandara, Saliman (40), ia mengaku dirinya bersama warga lainnya berbondong-bondong menuju bandara untuk melihat kejadian.

Salah seorang penumpang bernama Abdul Hakim (35) yang ditemui di Bandara Sultan Thaha usai proses evakuasi mengatakan pesawat yang ditumpanginya berangkat dari Jakarta sekitar pukul 15.45 WIB dan mendarat di Jambi sekitar satu jam kemudian.

Ia menjelaskan saat akan mendarat semua berjalan mulus.

Namun, begitu menyentuh landasan, roda pesawat keluar run way dan menerobos kebun sayur masyarakat sekitar 300 meter di sisi landasan tersebut.

Saat pesawat tergelincir, kata Abdul Hakim, semua penumpang di dalam pesawat langsung panik. (Kompas.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan