2 Tersangka Ledakan Bom Ikan di Sibolga Diamankan

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Dua orang tersangka yang terlibat dalam peristiwa ledakan bom ikan pada hari Senin (24/1/2022) lalu, diamankan Polisi.

Kapolres Sibolga, AKBP. Taryono Raharja dalam konferensi pers di Mapolres Sibolga, Senin, (31/1) sore, menyebutkan, tersangka berinisial D berusia 31 tahun, warga Kelurahan Budi Luhur, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah dan FA usia 37 tahun, warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga.

Taryono mengungkapkan, tersangka D adalah pengontrak gudang sumber ledakan.

Sedangkan FA, bertanggungjawab sebagai pengurus kapal sekaligus yang memasarkan ikan hasil tangkapan menggunakan bahan peledak (Handak) tersebut.

“Tersangka FA ini adalah pengurus. Jadi, dia lah yang mengelola itu semua mulai dari penangkapan, pengelolaan ikan dan segala macam.” Terang Kapolres.

Baca juga  Gegara Kunci Warung, Pria Ini Menginap di Jeruji

Masih kata Kapolres, gudang disewa tersangka D. Jadi, yang memegang kunci adalah D.

Menurut keterangan kedua tersangka, kata Taryono, ledakan yang merusak sejumlah rumah dan melukai enam orang kala itu berasal dari puluhan botol bom ikan sisa operasi para tersangka.

“Ada kurang lebih 60 botol bom ikan yang tersisa. Pada hari Senin meledak barang itu,” sebutnya.

Dalam kasus ini, kepolisian menyita sejumlah barang bukti peralatan dan bahan lain yang biasa digunakan para tersangka menangkap ikan menggunakan bahan peledak.

Sebelumnya, Bom Ikan meledak di gudang tangkahan UD. Beringin, Kota Sibolga, terjadi pada Senin (24/1/22) pagi.

Sebanyak empat warga alami luka luka akibat ledakan yang terjadi di tangkahan tersebut.
Keempat korban, yakni Niatman Sibuea, 51, Hasan Basri Lubis, 66, Rusli 48, dan Wasaraini Aulia, 18.

Baca juga  Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Sibolga Sambas Laksanakan Patroli Gabungan

Sementara 14 Kepala Keluarga (KK) yang berada di dekat gudang tangkahan terpaksa diungsikan ke tempat aman karena rumah mereka mengalami kerusakan.

Sembilan KK diantaranya, atas nama R Tambunan, 38,
Iswadi Gunawan Simamora, 32, Wasno Saprianto, 48, Pahmi Marbun, 60, Zamzimas,  64, Muhammad Yohanan, 60, Yohannes Yamebaha, 40, Hendrik 38, dan Rudiansyah Hutapea, 35.

13 dari 14 KK ini berada di dalam satu rumah yang memiliki sembilan pintu. Status mereka adalah pengontrak.

Sementara satu KK lainnya berada di rumah terpisah, namun masih satu dinding dengan rumah yang dihuni ke 13 KK tersebut.  (Tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan