14 Orang Terkait Pembakaran Kantor Polsek Berhasil Diamankan Polisi

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Peristiwa pembakaran Kantor Polisi Sektor (Polsek) Candipuro, Lampung Selatan, pada Selasa (18/5) malam lalu, menyita perhatian Kapolda, hingga Kapolri.

Awalnya, warga diduga tersulut emosi lantaran kesal atas kinerja polisi dalam menangani sejumlah kasus kejahatan di wilayah itu.

Dalam beberapa waktu terakhir, warga menyebutkan, menilai angka kriminalitas di lingkungannya terus meningkat.

Sebelum melakukan aksi pembakaran, warga sempat berunjuk rasa di depan Polsek.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan bahwa ada ketimpangan personel dengan masyarakat yang harus diayomi di wilayah hukum Polsek tersebut.

Akibatnya berujung fatal, hingga terjadinya pembakaran Mapolsek.

Atas peristiwa itu, polisi pun melakukan pengejaran kepada pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga  Seputar Kasus Pembunuhan, Polisi: Dugaan Kami Korban Diperkosa Sebelum Tewas

Lalu, sebanyak 14 orang yang diduga terlibat dalam peristiwa pembakaran itu berhasil diamankan.

Mereka diamankan polisi karena diduga memiliki peran berbeda-beda saat pembakaran dilakukan.

“Telah ditangkap dan amankan 14 orang yang diduga terlibat. Mereka mulai dari inisiasi aksi, provokator, pelaku perusakan, pembakaran hingga warga yang ikut-ikutan dan melakukan pembakaran polsek,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (20/5).

Dia menjelaskan saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang diamankan. Pihak kepolisian belum dapat membeberkan lebih lanjut mengenai proses hukum mereka yang ditangkap.

Ramadhan mengklaim aparat mendapat dukungan dari masyarakat sekitar dalam menyelesaikan perkara pembakaran Polsek itu.

Baca juga  Sesosok Mayat Pria Ditemukan Penuh Luka, Polisi Duga Penganiayaan

Setidaknya, kata dia, ratusan warga mendatangi Polsek untuk bergotong royong melakukan pembersihan.

“Melakukan gotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta merencanakan membangun kembali Polsek Candipuro sebagai rasa peduli masyarakat dan aparat kepala desa terhadap Polsek Candipuro,” ucap Ramadhan.

Sedangkan saat itu, ia mengatakan 19 orang anggota Polsek tersebut harus melakukan pengamanan terhadap 14 desa yang tersebar di wilayah Candipuro.

Ketimpangan jumlah personel itu membuat setiap warga di sana merasa tak terayomi dengan maksimal. Belum lagi, kata dia, terdapat sejumlah operasi pengamanan yang dilakukan dalam rangka penegakan protokol kesehatan Covid-19 yang dilakukan anggota belakangan ini. (Sumber : CNNIndonesia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan