Usai Isi BBM di SPBU 14.225.315 Tano Ponggol, Puluhan Septor Macet

635

BERITA TAPANULI (BT), TAPTENG – Puluhan Sepeda Motor (Septor) macet mendadak, usai mengisi Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite di SPBU 14.225.315 Horas Hutagalung- Tano Ponggol, Minggu Sore (28/10/2018). Sontak, hal itu membuat sejumlah pemilik Septor koplain dan meminta pertangungjawaban.

Mereka meminta pihak SPBU yang berlokasi di Jalan Sibolga- Sidempuan, Tano Ponggol, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) itu, agar bertanggung jawab akan kerusakan Septor mereka.

Hal itu bermula ketika Pihak SPBU Horas Hutagalung- Tano Ponggol membuka pendistribusian BBM jenis Pertalite kepada masyarakat, Minggu Sore, sekira Pukul 16.00 WIB. Namun, usai mengisi BBM Jenis Pertalite di SPBU itu, hanya beberapa ratus meter saja, banyak Septor yang mengadat (mogok).

“Sehabis mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Tano Ponggol, salah satu Septor teman saya macet dan tiba- tiba mati. Saat hendak kami dorong ke bengkel, menyusul Septor kami juga macet dan mati,” ujar Boru Situmeang (40), warga Pandan, Kabupaten Tapteng.

Saat kedua Septor diperiksa di bengkel, diketahui BBM Pertalite tersebut ternyata sudah bercampur dengan BBM jenis Solar.

“Tiba- tiba asap dari knalpot Septor saya mengepul dan ngadat. Sekitar 200 meter dari SPBU, Septor saya langsung mati mendadak. Padahal Septor ini baru seminggu saat beli,” keluh korban lainnya, Imbeng (36), warga Sarudik, Tapteng.

Belasan warga Sibolga- Tapteng lainnya juga menyampaikan keluhan yang sama. Septor dan Betor mereka telah menjadi korban akibat BBM Pertalite yang telah bercampur BBM Jenis Solar.

“Banyak pemilik Septor tadi datang ke SPBU itu dan mencelupkan jarinya ke tangki septor serta berulang kali mencium BBM yang menurut mereka telah bercampur itu,” ujar boru Regar (56), warga sekitar.

“Padahal baru sekitar Pukul 16.00 WIB SPBU itu buka, akibat banyak pemilik septor yang datang akibat komplain mogok, SPBU itu langsung ditutup sekira pukul 18.00 WIB,” ujar boru Hombing, yang mengaku warga sekitar SPBU.

Pantauan di lokasi SPBU, sekira pukul 20.00 WIB, di lokasi SPBU tersebut masih tampak puluhan pemilik Septor meminta pertanggung jawaban pihak SPBU. Bahkan pihak SPBU memadamkan penerangan lokasi SPBU, diduga agar tidak menjadi perhatian orang yang lalu lalang.

“Kita akan perbaiki kendaraan yang rusak atau mogok, segeralah dibawa ke bengkel, kita akan bayarkan biaya perbaikannya,” ucap salah seorang pihak SPBU.

“Pak…mohonlah jangan di foto- foto Pak. Tolonglah…,” pinta seorang lainnya.

Menurut informasi, kerusakan Septor terjadi akibat Pertalite tercampur dengan Solar. Hal itu mengakibatkan mesin kendaraan menjadi macet (mogok). Pasalnya sebanyak 8000 liter BBM Solar telah tercampur ke Tanki (Bak Penampungan) BBM Pertalite.

“BBM Solar masuk ke Tanki penampungan BBM Pertalite. Jadi BBM Pertalitenya tercampur dengan Solar sebanyak 8 ton,” sebut pekerja SPBU. (SAM/BT)