Tangan dan Kaki Terikat, Mayat Remaja di Temukan

21

BERITATAPANULI.COM (BT), Deliserdang – Sesosok jenazah yang diduga kuat bernama M Solihin (12), ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dengan tangan dan kaki terikat di pinggiran sungai Belumai Dusun Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Minggu (14/10/2018) sekira pukul 17.00 Wib.
Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Bayu Putra Samara, ketika dikonfirmasi membenarkan temuan tersebut. “Iya benar. Ada mayat remaja ditemukan warga di pinggiran sungai Belumai. Kondisi tangan dan kaki mayat terikat lakban coklat,” katanya.

Usai ditemukan dan di evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, pihak keluarga mengakui bahwa jasad tersebut benar adalah M.Solihin yang merupakan putra dari Almarhum Muhajjir yang sebelumnya juga ditemukan di lokasi yang sama dengan kondisi yang sama.
Informasi yang diperoleh di lokasi, jenazah tiba sekira pukul 12.30 dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan, usai menjalani otopsi. Setelah polisi memastikan identitasnya adalah M Solihin, jasad kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Dusun III, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa.

Sebelumnya,hari Kamis (11/10/2018) lalu ditemukan mayat Muhajir (49). Diketahui, Muhajir (49) dan istrinya Suniati (50) serta putra mereka M Solihin (12), menghilang dari kediaman mereka di Dusun III, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa sejak Selasa (9/10/2018).

Keluarga Muhajir dikabarkan diculik sejak Selasa (9/10). Selain Muhajir dan M Solihin, juga istri Muhajir, Suniati (50). Kasus ini dilaporkan Desy Rahmawaty (23), anak kandung Muhajir dan Suniati.
Muhajir kemudian ditemukan tewas mengambang dengan kondisi tangan dan kaki terikat tali di aliran Sungai Belumai, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Deliserdang, Kamis (11/10/2018) kemarin. Tak jauh beda dengan nasib orangtuanya, jasad M Solihin, juga di temukan dengan kondisi tangan dan kaki terikat lakban, terdampar di pinggiran Sungai Belumai, Dusun Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur Minggu (14/10/2018).
Sebelumnya Desy mengatakan, ia tidak bisa menghubungi ponsel orangtuanya. Merasa curiga, ia mendatangi rumah orangtuanya. Di rumah tersebut ditemukan dompet Muhajir berikut KTP dan SIM. Ia juga mendapati sayur yang hendak dimasak tergeletak di lantai.

Ia kemudian mengecek adiknya di SMP Negeri 2, namun ia mendapat keterangan adiknya tidak masuk pada hari penculikan itu.
Hingga saat ini, dari ketiga korban hilang tersebut, tinggal Suniati yang belum ditemukan. Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan telah memerintahkan anggotanya untuk menyisir sepanjang aliran sungai berkoordinasi dengan warga setempat, untuk mencari Suniati di sana.

Penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Deliserdang dan Polda Sumatera Utara. (ril)