Tak Tahan Dianiaya, PRT Pecahkan Kaca Ventilasi di Siantar

25

BERITATAPANULI.COM (BT), SIBOLGA – Sidang dakwaan terhadap salah seorang pembantu rumah tangga yang kerap menerima siksaan dari sang majikan di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun digelar hari Kamis (11/10)

Serti Mariana Butar-Butar (22) merupakan korban majikannya Herawati Sinaga (51) warga Jl. Viyata Yudha, Komplek Perumahan Bumi Viyata Regensi, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Di kabarkan Serti yang berhasil kabur lantaran di aniaya mulai dari ditinju, ditendang hingga matanya dioles pakai balsem hingga disiram pakai air panas.

Dihadapan persidangan yang dipimpin hakim ketua Fitra Dewi Nasution, dibantu dua hakim anggota M Nuzuli dan Fhytta Imelda Sipayung, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun memaparkan bagaimana cara pembantu rumah tangga ini lolos dari kediaman terdakwa.

“Tanggal 25 Februari 2018, sekira pukul 09.00 wib, korban memastikan sudah tidak ada suara, kemudian korban berencana melarikan diri, kemudian korban mengambil sikat pakaian yang gagangnya terbuat dari kayu, lalu korban menaiki mesin cuci dan menaroh ember diatas mesin cuci tersebut, kemudian korban memecahkan kaca ventilasi dan melompat keluar, terus melewati pagar rumah” terang JPU Rahma Sinaga dan Henny Simandalahi membacakan dakwaan.

Masih lanjutnya, korban yang terlihat bolak balik hingga terlihat oleh saksi Nuhaida Sitorus hingga menanyakan perihal yang terjadi, dan korbanpun menjawab sembari menangis.

Saksi selanjutnya menyuruh korban duduk di depan rumah atas nama saksi Rian Fri Tumanggor, bahkan ketika kedua saksi menanyakan korban masih terlihat ada bercak darah yang terlihat di baju korban hingga menemukan beberapa luka di kepala, dua mata, dan punggung korban.

Usai mendapat keterangan korban, saksi kemudian mengadukan hal itu ke pada RT setempat bernama Gordon Tarihoran, hingga di lanjutkan ke Kepling setempat bernama Ronal Sihite.

Kemudian korban yang sempat meminta pulang keorang tuanya di bekali oleh para saksi hingga menaiki angkot untuk pulang ke rumah Oppungnya yang beralamat di jalan Makmur, Kel. Asuan, Kec. Siantar Timur.

Melihat peristiwa tersebut sang kakek bernama Pasu Butar Butar yang turut menjadi saksipun menangis menyaksikan kondisi cucunya yang terlihat memprihatinkan. Dan sang kakek kemudian menghubungi ibu korban bernama Nurmaida Hasibuan.

Atas pembacaan dakwa tersebut, JPU menuntut terdakwa dalam pasal 44 ayat 1 UU nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga, dakwaan kesatu atau kedua pasal 351 ayat 1KUH-Pidana, tentang penganiayaan.

Sementara usai pembacaan dakwaan oleh JPU, Herawati yang didampingi dua penasehat hukumnya menyatakan keberatan atas dakwaan jaksa. Hingga sidang ditunda dan dilanjutkan minggu depan (18/10) untuk pembacaan eksepsi dari PH terdakwa. (t/BT)