Seorang Walikota Terdiskriminasi Saat Menyamar Sebagai Orang Lumpuh

43
Ket. Gbr : Walikota Carlos Tena saat menyamar sebagai orang lumpuh (dok.ist)

BeritaTapanuli.com, Ada yang berbeda dari pendekatan seorang wali kota di Negara Bagian Chihuahu, Meksiko.

Wali kota bernama Carlos Tena ini, dilansir dari Serambinews.com, melakukan eksperimen sosial kepada jajaranya demi memastikan laporan masyarakat.

Tidak ingin informasi sepihak, iapun melakukan penyamaran, guna memastikan bagaimana kinerja para pegawai negeri.

Sebelumnya, sejumlah orang-orang yang kurang beruntung secara sosial dan orang cacat kerap mendapat pelayanan yang tidak maksimal.

Demikian juga dilansir dari Oddity Central pada Rabu (10/7/2019). Tena melakukan strategi selama dua bulan. Kemudian ia melakukan kunjungan di kantor dinas sosial dengan berpura-pura sebagai orang lumpuh.

Terlihat ia mengenakan sweater tebal, dengan topi abu-abu, dan perban di telinga untuk memalsukan luka serta menghindari ketahuan.

Dengan duduk dikursi roda, Tena masuk ke kantor Direktorat Pembangunan Sosial. Disana ia meminta makanan gratis yang merupakan hak warga miskin dan penyandang disabilitas.

Namun, ia kecewa. Walikota yang kerap membela hal rakyat ini bahkan mendapat perlakuan diskriminasi.

Terutama saat mengunjungi kantornya sendiri untuk berpura-pura bertemu walikota.
Lagi-lagi ia mendapat jawaban walikota tidak ada saat ia mencoba untuk berbicara dengan Sekretaris Balai Kota.

Parahnya, ia disuruh oleh pegawai yang bertugas selama 1,5 jam. Karena sudah yakin dengan hasil penyamaran. Demikian juga warga memang diperlakukan tidak baik wali kota ini kemudian membuka kedoknya, dan membuat seisi pegawai balai kota terkejut.

“Saya memutuskan untuk melakukannya, karena tidak tahu siapa yanh saya percaya, warga ataukah jajaran saya sendiri,” ungkapnya dalam konferensi pers.

Diakhir penjelasannya, ia mengaku kecewa dengan kinerja pegawainya. Namun dia berpesan tidak ingin melihat insiden seperti itu lagi atau bakal ada konsekuensinya. (BT/S)