Save Kajari VS Copot Kajari

52
Ket. Gbr : Massa AMPUH saat unjuk rasa

BERITATAPANULI.COM, SIBOLGA – Unjuk rasa menuntut copot Kajari Sibolga oleh AMPUH (Aliansi Masyarakat Peduli Penegak Hukum) berlangsung di depan kanto Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga, hari Rabu (6/2/2019).

Pengunjuk rasa yang tergabung di Ampuh yakni sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Mahasiswa, dan wartawan, menuntut Kajari Sibolga segera dicopot dari Jabatannya akibat hilangnya rasa kepercayaan dalam mengemban tugas.

Irwansyah Daulay, dalam gelar aksi unjuk rasa menyampaikan alasannya, “Hingga saat ini, pihak Kejari Sibolga belum memproses pengaduan kami terkait kasus tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan 11 kepala desa. Dan beberapa orang oknum Camat dan Kadis di Pemkab Tapteng,” seru Daulay dalam orasinya.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Intel Kejari Sibolga, Ahmad Arif mengatakan, akan menyampaikan tuntutan yang disampaikan massa pendemo kepada Kejari Sibolga.

“Pak Kajari sedang ada kegiatan luar, ini akan kami sampaikan kepada beliau,” ujar Ahmad Arif.

Terlihat, massa AMPUH menyampaikan aspirasinya, sekaligus menyerahkan kotak berbentuk peti mati kepada pihak Kejaksaan Negeri Sibolga. Hal ini melambangkan matinya penegakan hukum di Kejaksaan Negeri Sibolga.

Save Kajari

Namun, berselang sehari di Demo, Kajari Sibolga kembali mendapat dukungan dengan Save Kajari Sibolga Timbul Pasaribu. Kamis (7/2/2019) yang berlangsung di depan Kantor Kejari Sibolga.

Sebagaimana disampaikan Simon Situmorang dalam orasinya bahwa selaku putra daerah, Kajari Sibolga Timbul Pasaribu telah menunjukkan kinerja yang baik selama kepemimpinannya.

” Kajari Sibolga telah mampu mengawal konsep konsep pembangunan yang ada di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah. Untuk itu, naif rasanya sebagai masyarakat Sibolga dan Tapteng kalau tidak mempunyai prinsip dan sikap mengawal kebijakan kebijakan kedua kepala daerah dan juga Kejaksaan Negeri Sibolga,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, unjuk rasa Save Kajari Sibolga masih berjalan aman dengan pengawalan ketat dari Kepolisian Polres Sibolga. (T/BT)