Proyek DD, Asal Jadi dan Mangkrak, Warga Desa Minta Pertanggungjawaban

90
Ket. Gbr : Bangunan jalan mangkrak

BERITATAPANULI.COM, TAPTENG – Masyarakat Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov Sumut kecewa melihat pekerjaan yang didanai Anggaran Dana Desa (ADD) 2018, tak kunjung rampung.

Bukan tanpa alasan, harapan akses jalan pertanian yang dirancang untuk memuluskan hasil pertanian para petani justru terganggu, karena belum bisa dilalui.

Ket. Gbr : Ruas rabat beton tempak retak

Pantauan di lokasi proyek, hari Sabtu (05/01-2019) lalu, bangunan rabat beton yang dinilai warga baru selesai dikerjakan ternyata sudah ada yang rusak di beberapa titik. Sehingga tudingan dikerjakan asal jadi menambah tuaian ketidak percayaan masyarakat.

Demikian, sebuah jembatan kerangka besi terkesan dikejakan asal jadi, begitu juga jembatan Platdegger yang di tinjau hati Sabtu (05/01-2019) itu, masih mangkrak, alias tak kunjung selesai dikerjakan. Akibatnya petani menjadi terganggu.

Seorang warga yang enggan dicantumkan namanya di media ini, menceritakan kekecewaan mereka melihat proyek yang dianggarkan dari ADD tersebut.

“Kami kecewa, sudah 6 bulan parit itu dibiarkan, juga jembatan tidak selesai-selesai dikerjakan. Sehingga kami kesulitan mengangkut hasil panen tani melewati parit yang akan dibangun jembatan itu”, ungkapnya.

Iapun berharap, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, melihat pekerjaan tersebut, sehingga mantan Kades berinisial HS bisa ditindak tegas atau dimintai pertanggung jawabannya.

Ket. Gbr : Jembatan usai di kerjakan

“Jangan gara-gara ulahnya, desa kami ini tidak mendapat anggaran dana desa tahun 2019 nanti,” ujar warga.

Mantan Kepala Desa (Kades) Sampang Maruhur selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DD Tahun Anggaran (TA) 2018, Hoddi Sitanggang saat hendak dikonfirmasi seolah menghindar, hingga belum berhasil memberikan keterangannya.

Sebelumnya, pada bulan Desember 2018 lalu ketika hendak dikonfirmasi mengenai keluhan masyarakat akibat terganggu melintasi parit yang digali untuk lokasi pembuatan jembatan platdegger itu. Hoddi Sitanggang juga berkilah untuk ditemui.

Secara terpisah, Kabid Pemberdayaan, Sarana dan Prasarana Dinas PMD Tapteng, Henri Sitinjak ketika di konfirmasi awak media di ruang kerjanya, Senin (07/01-2019) juga turut menyesalkan kinerja Haddi Sitanggang.

“Ya, kami akan segera turun kelapangan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat Sampang Maruhur itu.” tandas Henri,” pungkasnya. (T/BT)