Prihatin, Walikota Sibolga Paparkan Contoh Vital Akibat Menyalakan HP di Pesawa

55

BERITA TAPANULI. COM, SIBOLGA – Keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa pesawat Lion Air JT 610 bersama sejumlah penumpang yang turut menjadi korban datang dari Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk.

“Sedih bercampur prihatin atas jatuhnya pesawat Lion Air, tolonglah kita masyarakat semua sadar untuk mematikan Hp di dalam pesawar,” ujar Syarfi melalui pesan singkat Whatsappnya.

Peristiwa, kemarin mengingatkan saya pada peristiwa terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007 lalu, ketika itu pukul 07:00 WIB, pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto, tambahnya.

Dia melanjutkan, sebuah kisah dan semoga mampu menyadarkan kita. Sebuah pesawat tujuan Batam yang di dalamnya ada penumpang warga Jerman  terlihat merasa sangat gusar dan marah, karena tiba-tiba mendengar suara Hp tanda SMS masuk dari salah seorang penumpang lainnya, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Penumpang yang mengaktifkan HP bertanya pada orang jerman tersebut, kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian si Jerman pun bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, juga sekaligus membidangi supervisor khusus mesin Turbin.

Ketika itu, tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata salah satu petugas sedang menggunakan Hp didalam ruangan mesin Turbin tersebut. Warga Jerman ini, kemudian menjelaskan bahwa apabila frekuensi Hp dapat mengganggu mesin Turbin.

“Mesin Turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya Turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat Turbin bisa langsung mati.” Ulang Syarfi menirukan pernyataan warga Jerman itu.

Terlebih lagi Syarfi menyuntil mayoritas masyarakat Indonesia yang masih belum begitu sadar akan anjuran pramugari bahkan ada yang tidak menghiraukan larangan tersebut

Demikian juga sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat Mandala Air Lines yang baru “take-off” dari Lanud Polonia -Medan beberapa tahun silam. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan HP, ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa HP mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh HP.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja “take-off” dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Bukan rahasia umum yang terjadi di Indonesia bagi yang pernah menjadi penumpang pesawat bahwa begitu roda pesawat menjejak landasan, kerap terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan padahal pesawat belum berhenti dan peringatan larangan dari kru pesawat pun jelas terdengar untuk jangan mengaktifkan HP.

Saya tak tau mau menyebut para “pelanggar hukum” yang mengaktifkan HP di dalam pesawat itu dengan sebutan apa, seolah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai seisi pesawat, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain. Mari budayakan mematikan HP di dalam pesawat, tidak hanya di silent dan sejenisnya, tetapi harus “DIMATIKAN”.

HP yang hidup dapat menyebabkan gangguan-gangguan berikut pada Pesawat, arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar, Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan membaca daftar gangguan diatas, jelas bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, HP yang hidup begitu mengganggu, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun berpotensi terjadi gangguan yang cukup besar akibat HP yang hidup. Bahwa HP juga menyebabkan kebisingan pada headset para Pilot dan berdampak terputus-putusnya suara mengakibatkan Pilot tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, HP tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah HP dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah HP aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).(Varis/Pertamina)

Sebagai makhluk modern, sebaiknya kita sadar bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki HP. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama dan keselamatan bersama janganlah mengaktifkan HP selama di dalam pesawat terbang. Himbaunya mengakhiri. (rilis)