Pengembangan Sektor Wisata, Harus Diikuti Sinergitas Wirausaha

23

BeritaTapanuli.com (BT), Humbahas – Pengembangan sektor pariwisata barang tentu harus diiringi dengan pengembanyan SDM dan mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah destinasi wisata. Mulai dari aspek kewirausahaan guna memberikan value added yang tinggi hingga menjadi engine of growth untuk perekonomian nasional.

Hal ini menjadi landasan Kementerian Koordinator Perekonomian bekerja sama dengan 8 kementerian terkait dalam mengembangkan Pilot Project Homestay dan Tourist Guide di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

“Dari 10 destinasi prioritas Bali Baru, ada empat lokasi prioritas, yakni Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, dan destinasi prioritas nomor satu adalah Danau Toba” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika mewakili Menko Perekonomian memberikan sambutan saat launching Pilot Project Homestay dan Tourist Guide di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Kamis (20/9) lalu.

Yang tak kalah penting kata Arief bahwa dikembangkannya sektor pariwisata akan menjadikan sektor ini sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia. Hal ini disebabkan karena sektor pariwisata adalah industri paling mudah dan murah untuk menghasilkan devisa.

“Kemenko Perekonomian bersama dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait telah menerbitkan Kebijakan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2017-2025 yang tidak hanya ditujukan untuk mengisi lapangan kerja, tetapi juga untuk menumbuhkan kewirausahaan” tambah Arief.

Dengan begitu, sejalan dengan roadmap di atas, pengembangan pariwisata melalui pilot project Homestay dan Tourist Guide tidak hanya dilakukan untuk memenuhi permintaan wisatawan asing dan domestik, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan keinginan seluruh lapisan masyarakat untuk berwirausaha yang dapat dibangun dengan modal yang tidak terlalu besar tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dan nasional.

Di sisi lain, pemilihan lokasi pengembangan pilot project di Kabupaten Humbang Hasundutan ini didasari pada potensi pariwisata di sekitar Kabupaten Humbang Hasundutan yang berada satu area dengan area pariwisata destinasi 10 Bali Baru, yakni Danau Toba yang biasa dijuluki sebagai “Monacco of Asia”, dan destinasi pariwisata lainnya seperti Geopark Sipinsur dan Air Terjun Janji.

“Kita akan menjadikan tempat ini menjadi tempat berkunjung para wisatawan” kata Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi yang turut hadir ketika itu.

Launching pilot project ini ditandai dengan pemukulan gondang oleh para pimpinan K/L terkait selama 1 menit. Turut hadir dalam acara ini Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Rosdiana V Sipayung, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Soleh, Plt Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa & PDTT Harlina, Direktur Edukasi BEKRAF Poppy Savitri, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, dan Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo. (red)