Pasokan Cabai Langka, Picu Inflasi 0.91 Persen

10

BERITATAPANULI.COM, MEDAN – Tingginya harga cabai di luar Provinsi Sumatera Utara (Sumut), membuat pelaku usaha berlomba menjual komoditi ini keluar Sumut. Akibatnya, pasokan di Sumut menjadi langka, dan memicu kenaikan harga cabai melambung tinggi.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumate Utara (Sumut), Musa Rajekshah saat memimpin rapat pengendalian inflasi, khsususnya komoditi cabai, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di ruang FL Tobing, lantai 8, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (6/11/2018).

Dia mengatakan, cabai Sumut cenderung memiliki andil memicu inflasi. Bahkan sampai sebesar 0.91 persen sesuai data yang diperoleh dari Bank Indonesia. Oleh sebab itu, Wagubsu berharap, potensi ini menjadi perhatian bersama untuk bisa diawasi.

“Pergerakan harga cabai perlu diawasi, dan itu harus diperhatikan, mulai dari saat panen di tingkat petani hingga di pasaran.” Ujarnya.

Guna mengantisipasi lonjakan harga tersebut, dia kemudian mengajak jajarannya menontrol harga, serta bagaimana mencari solusi agar komoditi cabai tidak keluar dari Sumut ke provinsi lain.

“Perlu adanya kerjasama dalam pengendalian inflasi, Pemprov Sumut tidak bisa bekerja sendiri dan perlu dukungan dari unsur Forkopimda. Salah satunya adalah kepolisian dalam pengawasan harga di lapangan.” Tambah Musa Rajekshah.

Selain itu, ia juga mendorong jajarannya untuk melakukan pelatihan kepada petani khususnya petani cabai, untuk tidak tergantung kepada dua iklim alam yang dimiliki daerah, sehingga tidak berpengaruh pada pasokan ketersedian.

“Daerah kita hanya dua iklim. Harus diikuti juga dengan teknologi yang berkembang,” sebut Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Sementara menurut Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Hilman Tisnawan, meski data dari Bank Indonesia Sumut, yakni bawang merah, beras, cabai merah, cabai rawit, daging ayam  dan angkutan udara. Cabai merah tercatat memiliki andil terbesar terhadap inflasi sebesar 0,91%. (T/BT)