Pasca Asian Games, Bulu Tangkis Indonesia Bangkit

12

Berita Tapanuli (BT), Jakarta – Pasca perhelatan Asian Games 2018 yang lalu, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan memberi momentum positif bagi atlet atlet Indonesia.
Susy Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, mengatakan, semangat dan rasa percaya diri para atlet yang tampil di tiga seri utama September ini ternyata meningkat sangat signifikan.

“Ada perubahan yang besar dan mengubah mind set atlet bahwa mereka bisa (tampil optimal),” kata Susi di Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018 dilansir dari media Tempo.

Susy menjelaskan di Asian Games ada harapan dan target yang tinggi bagi atlet bulu tangkis untuk bisa menyumbangkan medali. Target itu secara tidak langsung membuat mental para pemain muda diuji. Usai bermain positif di Asian Games dan lepas dari beban yang tinggi, lanjut dia, keyakinan para pemain terus berlanjut di kejuaraan super series, seperti Daihatsu Yonex Japan Open, Victor China Open, dan Victor Korea Open.

Dari tiga super series itu tim Indonesia sukses membawa dua trofi. Trofi pertama datang dari ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang juara di Jepang Open. Piala kedua disumbangkan pemain tunggal putra Anthony Ginting yang juara di China Open.

Susy menilai permainan tunggal putra cukup meyakinkan, khususnya Anthony Ginting. Penampilan di Asian Games, menurut dia, memberikan motivasi dan pelajaran berharga bagi Anthony. Ia mengatakan Anthony mulai memasuki masa kematangan bermain. “Dia sudah melewati masa second wind, yaitu dimana kekuatan atlet sudah mentok tapi bisa dilewati,” kata dia.

Sementara untuk Jonatan Christie, kata Susy, masih perlu bekerja lebih keras lagi. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu mengatakan aspek konsistensi harus menjadi perhatian Jonatan. “Sebagai juara Asian Games tentu banyak lawan yang ingin mengalahkannya,” ucapnya.

Ke depan, Susy Susanti menyatakan, para pemain diminta lebih fokus lagi. Pasalnya, perhelatan Olimpiade 2020 tinggal menyisakan kurang dari dua tahun. Susi berharap para pemain bisa memperbaiki rangking agar proses menuju Olimpiade Tokyo bisa lebih mudah. (R/Sumber Tempo)