Miris, Cerita Anak Setelah Baju dan Peralatan Sekolahnya Hangus

21
Ket. Gbr : Anak korban saat menyaksikan rumah mereka

BeritaTapanuli.com, Tapteng – Mendengar cerita singkat anak berumur 13 tahun ini mungkin saja akan menggugah hati masyarakat yang mungkin turut membaca tulisan ini.

Disambangi di lokasi kebakaran, namanya Risna Daili (13) siswa Sekolah SD N 153075 Pinangsori, Kelas V yang mau naik kelas VI, adalah anak paling besar yang tinggal di rumah milik pendeta gereja GKII tersebut.

Didampingi adiknya bernama Stefanus (7), ia mengisahkan peristiwa kebakaran yang melanda rumah tinggal mereka.

Kepada awak media ia bercerita, saat kebakaran dirinya bersama adiknya tengah berada di rumah Pendeta yang tidak lain pemilik rumah yang mereka tempati.

Sementara orang tua (ibu) mereka Rismawati Gulo (35) saat kejadian sedang berada di Medan. Ia juga tidak mengetahui sumber api.

“Semua surat-surat berharga kami, tidak ada yang selamat. Bahkan kami tau kebakaran itu karena ada orang rame teriak-teriak kebakaran.” Tutur Risna Daili.

“Yang tinggal hanya baju di badan ini lah.
Semua baju sekolah, sepatu, tas dan baju baju gereja kami termasuk raport dan akte, kartu keluarga, semua nya terbakar. Dan tak ada yang bisa di selamatkan.” kata Risma dengan raut sedih.

Dia berharap agar ada yang bisa membantu mereka untuk mengganti baju baju sekolah dan baju sehari hari mereka.

“Kami berharap agar ada yang bisa membantu kami menganti baju-baju sekolah dan sepatu sekolah, biar bisa sekolah tanggal 15 bulan ini.” ucapnya lagi.

Edinta Friska Marbun (43) juga selaku Ibu Gembala di Gereja mereka menyatakan belum bisa menjelaskan apa penyebab sesungguhnya kebakaran tersebut.

“Saya tidak bisa menjelaskan, pada saat kejadian, kita lagi pelayan ke rumah jemaat. Kalau di bilang dari sampah, lokasi pembakaran sampah juga jauh dari rumah. Kalau di bilang dari korslet listrik, kenapa lampu gereja tidak ikut mati, karena listriknya dari Gereja kita. Dan kalau dari tabung gas, gas orang iniĀ  kosong kok, dan kalau masak, anak anak ini tidak di rumah itu.

Mereka makan di rumah kita, dan selama mamanya di Medan kerja, anak-anak ini tinggal bersama kami, dan makan di sini juga,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan suaminya, yakni Pendeta GKII Pinangsori, Pdt. Bowo Lase. Dikonfirmasi di kediamannya, mengaku curiga atas penyebab kebakaran.

Padahal sebelumnya, rumah tersebut sengaja di berikan pada keluarga Rismawati Gulo karena keluarga tersebut adalah keluarga kurang mampu dan telah janda.

“Mereka itu tadinya tinggal di perumahan Dinas Sosial. Namun karena punya anak dan harus menyekolahkannya maka Ibu Risma itu kita sarankan tinggal di rumah tersebut.

“Rumah yang terbuat dari papan berlantai semen, berukuran 6 X 6 meter memang masih gabung dengan dapur rumah tinggal kami.” tutur Pdt. Bowo Lase.

Hingga peristiwa itu menghanguskan rumah dan isinya, Bowo Lase berharap agar pemerintah bisa membantu meringankan beban yang di tanggung anak tersebut.

“Harapan saya agar kita bisa bantu meringankan beban akibat kejadian ini,” kata Pdt.Bowo. (BT)