Menjadi Pemenang, Butuh Prinsip dan Komitmen

25

BERITATAPANULI.COM, Ada yang menarik, ketika banyak dorongan dari berbagai pihak untuk melunturkan komitmen standar kelulusan dalam penerimaan CPNS tahun ini.

Pertanyaannya, bukankah niat membaguskan dan membenahi negeri ini dibutuhkan orang yang brilian? orang yang super, bukan yang biasa-biasa saja, namun luar biasa.

Ketika standar tinggi yang sudah di tetapkan sebagai syarat kelulusan dalam perebutan kursi CPNS, tentu akan menghasilkan kualitas yang tinggi, meski baru mencapai atau belumpun mencapai 10 persen yang lulus, yah harus kita akui merekalah yang terbaik saat ini.

Inilah optimisme Indonesia kedepan akan Bangkit dan menjadi negara maju, bukan negara yang suka mundur, atau turun ketika gagal mencapai sesuatu.

Sejatinya, mereka-mereka yang lulus hingga sebanyak 10 persen adalah pejuang gigih, tentunya mereka sudah mempersiapkan sebelumnya apa yang benar-benar mereka hadapi, sehingga mereka menjadi pemenang.

Saya ragu, ketika kepentingan atau dorongan pihak tertentu menurunkan grade poin yang telah di tetapkan di setujui, akan jauh lebih mudah bagi kaum tertentu menghancurkan prinsip bangkit itu.

Alasan kebutuhan mendesak, tidaklah jaminan bagi mereka yang “gagal”, dapat bekerja keras dengan tuntutan menuju negara adidaya dan negara maju.
Toh masih bisa dalam kesempatan berikutnya, toh pintu masih terbuka, sehingga untuk menjadi pemenang itu yah butuh kerja keras, keseriusan, disiplin belajar.
Oleh sebab itu, jangan hianati komitmen demi kepentingan yang beralaskan kepentingan umum yang belum teruji.
Saya ragu, kesempatan ini bisa saja menjadi kunci bagi sang perongrong untuk menyusupi kecurangan yang sudah mulai di kunci rapat-rapat.

Mari bangun negeri dengan prinsip dan komitmen. Bapak Kemenpan RB bulatkan tekat dengan komitmen membangun negeri. Jadilah pemilih yang berkomitmen. By Thomson R Pasaribu, sianak desa.