Empat Anaknya Lulus Akpol dan Akmil, AKBP Maruli Siahaan Mengaku Berkat Tuhan

85
Ket. Gbr : AKBP DR Maruli Siahaan SH MH didampingi isteri Betty br Simanjuntak berfoto bersama keempat anaknya dan seorang menantu. Dok : Sib

BeritaTapanuli.com, Medan – Dalam pepatah orang Batak, “Anakkonhi do hamoraon diau” artinya Anak adalah kekayaanku. Hal itu lah yang menjadi landasan dan diakui oleh AKBP Maruli Siahaan ditengah menjalani bahtera rumah tangga.

Kisah hidup Wakil Direktur  (Wadir) Ditreskrimsus Poldasu AKBP DR Maruli Siahaan SH MH juga menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Apalagi sudah memiliki berbagai pengalaman yang tidak diragukan lagi, terlebih telah berkarier dalam kurun waktu 34 tahun di kepolisian.

Demikian juga Maruli Siahaan diberkati dengan kelulusan empat puteranya mengikuti pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Saat diwawancari di ruang kerjanya, lulusan Bintara Wamil Tahun 1982 itu mengatakan, kebahagiaannya bersama isteri Betty br Simanjuntak (49) telah dilengkapi kebanggaan saat kelulusan kedua puteranya di Akmil Angkatan Darat (AAD) dan Akmil Angkatan Udara (AAU).

Saat ini, putera sulungnya Lettu (Inf) Jimson Andre Siahaan (27) baru selesai menjalankan misi militer di Sudan dan bertugas di Poso.

“Sementara, adiknya Lettu TNI Dedy Surya Putra Siahaan (26) bertugas sebagai Kasub Provoost Wirasaba (TNI AU),” ujar mantan Kapolsek Medan Kota itu.

Ditambahkan, berkat yang diperolehnya dilengkapi Tuhan saat putera ketiganya Triboy Alfin Siahaan (23) lulus Taruna Akpol, serta dijadwalkan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) pada akhir Juli 2016 akhir.

“Demikian juga anak siampudan (bungsu) kami Ferry Christanto Siahaan (19), masih mengikuti pendidikan di Akmil Angkatan Laut (AAL) dengan pangkat Prajurit Taruna. Tuhan melengkapi saya dan isteri dengan pencapaian yang anak- anak kami dapat,” tambahnya.

Ia juga mengaku, tak pernah memberikan hal yang bersifat memanjakan atau memarahi keempat anaknya itu. Dalam tuntutan tugas berdinas di luar Sumatera, Maruli mengaku tetap konsisten menanyakan keadaan dan keberadaan keempat anaknya, meski hanya melalui alat komunikasi telepon seluler.

Selain menghormati kultur budaya dan adat Batak, sebagai anak laki-laki paling kecil dari pasangan Alm M Siahaan dan Alm N br Sihombing yang merupakan petani di Desa Lobu Siregar, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Maruli mengakui dirinya kerap diajarkan kedua orangtuanya untuk rajin gereja dan membaca firman, terus berdoa, dan tidak sombong.

“Hal itu yang hingga saat ini terus saya pegang teguh, baik dalam pelaksanaan tugas sebagai personil Polri kepada anggota, maupun dalam kehidupan pribadi sebagai seorang suami dan orangtua bagi keempat anak saya. Puji Tuhan, hal itu berhasil saya lakukan sebagai seorang pimpinan kepada anggota, juga sebagai orangtua kepada anak,” tambahnya.

Terkait tanggung-jawab kedinasan sebagai personil Polri yang dijalani di jalur reserse, mantan Kasat Reskrim Poltabes (saat ini disebut Polresta) Medan itu mengaku, merupakan kebanggaan tersendiri baginya berhasil mengungkap kasus-kasus yang ditangani, khususnya yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Selain itu, bisa melakukan kerjasama dan mendapatkan loyalitas dari anak buah, merupakan salah satu keberhasilan tugas. Khususnya dalam melayani masyarakat, memeroleh keadilan dan keamanan, sehingga Polri selalu berkenan di hati masyarakat,” sebutnya.

Mantan Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim itu juga mengaku, berbagai duka juga pernah dialaminya, seperti kegagalan pengungkapan kasus serta pengabdian di Polri yang mengharuskan dirinya menerima penempatan berdinas di mana saja, meski penempatan itu harus membuatnya terpisah jauh dari keluarga.

“Saya bertugas di Poso dan Kupang yang mengharuskan jauh dari keluarga, itu sudah pernah saya jalani. Puji Tuhan, saya punya seorang isteri yang sangat mendukung serta mampu merawat dan mendidik anak-anak, saat saya harus menjalani tugas di luar Sumatera,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Medan Baru itu menyebutkan, saat ini ia hanya perlu konsentrasi menyelesaikan pengabdiannya di institusi Polri untuk melayani masyarakat, sebagai bagian dari puji syukurnya kepada Tuhan atas seluruh berkat yang telah diterimanya selama hidup ini.(BT/Sib).