Elpiji Langka, Polres Taput Akan Gelar Penertiban

47

BERITATAPANULI.COM, TAPUT – Timbulnya keresahan warga, akibat langkanya Gas Elpiji ukuran 3 Kg bersubsidi membuat Unit Satuan Reskrim Kepolisian Resort Tapanuli Utara (Polres Taput) gelar penyelidikan.

Hal ini, disampaikan Kasat Reskrim Polres AKP Hendro S, kepada wartawan, di ruang kerjanya hari Selasa (6/11/2018).

Hendro menyampaikan, pihaknya akan melakukan penertiban dan penindakan terhadap segala praktik penyelewenangan penjualan gas elpiji subsidi.

“Terkait banyaknya keluhan masyarakat atas kelangkaan gas elpiji dan juga penjualan yang dilakukan di atas harga eceran tertinggi (Het), maka kita akan melakukan penertiban dan penindakan atas persoalan tersebut,” kata Hendro.

Namun, pihaknya akan bekerjasama dengan Bagian Perekonomian Pemkab Taput, untuk melakukan monitoring perihal kebenaran informasi tersebut, demi memperlancar rangkaian penertiban yang akan di lakukan.

“Penertiban dan penindakan ini juga dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” terangnya.

Di tempat terpisah, warga bernama N Tampubolon, kepada wartawan mengakui sangat kesulitan mencari gas elpiji ukuran 3 Kg, akan tetapi setelah  berkeliling mencari ke beberapa pengecer, kemudian menemukan tabung gas elpiji dengan harga Rp 25.000.

Sementara itu, diperoleh informasi di beberapa kecamatan di  Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (6/11), sejumlah pengecer gas elpiji terlihat tidak dapat memenuhi permintaan warga yang ingin membeli gas elpiji 3 Kg, mereka berasalan, pasokan gas elpiji belum masuk.

Terkait hal ini, saat di lakukan konfirmasi kepada Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Taput, Fajar Gultom belum bisa dihubungi mengenai kelangkahan gas elpiji di Taput. (Fernando/red/ BT)