Dongkrak Harga Karet, Darmin Putar Otak

35
Ket. Gbr : Kantor Kementerian

BERITATAPANULI.COM, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengumpulkan sejumlah pejabat untuk rapat koordinasi (rakor) akibat jatuhnya harga karet.

Dengan harapan mendongkrak harga karet dapat meningkat, hingga memberikan keuntungan bagi petani. Sementara harga karet sempat jatuh di angka Rp 3.000 hingga 4.000 per kilogram (kg). Padahal, seharusnya harga karet idealnya berada di angka Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kg.

Dilansir dari detik.com hari Jumat (11/1/2019), rakor karet, akan diagendakan pada pukul 09.00 WIB di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, yang akan di hadiri Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Meski bukan yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah, namun langkah ini harapannya dapat menggerakkan harga karet. Dalam hal ini pemerintah akan menyerap sebanyak 2.000 ton karet lokal untuk dicampur ke penggunaan aspal.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub Budi Setiadi, mengatakan pencampuran karet dalam penggunaan aspal tentu akan meningkatkan permintaan. Dan sasarannya di beberapa daerah produksi karet, seperti Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan.

Ia mengungkapkan, sepanjang 93,66 kilometer jalan akan diproyeksikan menggunakan aspal karet hingga membutuhkan sebanyak 2.542,20 ton untuk diposisikan pada perbaikan atau tambalan jalan rusak.

“Kita akan angkat, jadi harga karet akan naik terutama di beberapa sentra karet di Indonesia Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Karena sekarang harga karet agak turun. Nah, kita harapkan ada terbentuk satu harga untuk masyarakat,” papar dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/1/2019). (T/BT Sumber Detik.com)