Budaya Berbagi Yang Tetap Terpelihara

27

BERITATAPANULI.COM (BT), NTT – Cerita indah dibalik kesederhanaan. Apakah anda seorang milioner ? Atau sebaliknya ? Memang semua orang memimpikan kekayaan, dan tidak ada yg salah dengan itu. Benar bukan ?
Nah, ada sebuah cerita menarik yang saya dapatkan, disebuah desa bernama Desa Kesetnana, Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur diawal tahun baru 2018, dalam kunjungan ke daerah ini. Cerita ini menurut saya menarik atau lebih tepatnya disebut indah karena mengingat masa kecil saya dulu, di perkampungan. Ceritanya begini. “Disuatu sore hari, saya dan dengan seorang bapak tua yg sudah lanjut usia pergi kekebun, awalnya kita berencana untuk pesiar atau jalan – jalan ( “pesiar” sebutan orang desa disini ) ke kebun untuk melihat kondisi kebun sekalian menghilangkan jenuh ditambah bonus melihat pemandangan alam. Setelah itu, selesai dari kebun, kita jalan pulang lewat melalui suatu mata air. Nama mata airnya adalah UMAKU, yang berarti sebuah wadah sumber kehidupan atau mata air, atau dengan sebutan mata air yang sudah menghidupi satu perkampungan dibalik cerita bahwa provinsi NTT ini susah air.
Setelah melewat dari lokasi, ditengah perjalanan saya dan bapak tua kena serangan air hujan bertubi – tubi, dengan cegat bapak memotong satu tangkai daun pisang
Daun pisang di bagi dua yang tentunya untuk saya dengan bapak tua itu. Kita berlindung di bawah daun pisang membentengi diri dari serangan hujan sambil terus berjalan menuju rumah. Berhenti sejenak. Oh, betapa lamanya saya tidak melakukan ini lagi. Pikirku, Sungguh ini mengingatkan saya dengan masa kecil saya. Dimana ini membuat saya senang ketika hujan datang turun. Dan dibalik itu ada perhatian besar yg kelihatan kecil.Sederhana tetapi sungguh indah walaupun tidak serta merta melindungi seluruh tubuh. Tetapi ada kesan yang saya dapat, bahwa hidup tidak harus kaya raya akan materi, tetapi kaya raya akan kasih serta membagikannya terhadap sesama disekitar kita akan membuat kita bahagia.
Sejauh pengamatan dan pandangan disekitar wilayah yang kental dengan budaya berbagi hingga saat ini masih terus di pelihara. (Oleh Verwira P)